News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Profesor Universitas Chubu Jepang Yakin Persediaan Minyak Dunia Masih Banyak

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Profesor Kunihiko Takeda (73), Profesor Universitas Chubu, Doctor of Engineering

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kunihiko Takeda (73), seorang professor Universitas Chubu, Doctor of Engineering, merasa yakin persediaan minyak di dunia masih ada untuk 6 juta tahun mendatang.

"Jadi saat ini persediaan minyak masih banyak sekali di dunia, saya percaya itu karena kita memang ahli, mengukur dan menganalisasnya," kata Takeda beberapa waktu lalu.

Lalu mengapa muncul isu persediaan minyak menipis, sudah semakin sedikit?

"Isu minyak sudah sedikit itu kan untuk banyak pedagang supaya harganya naik. Demikian pula orang yang di lapangan mencari minyak kan tidak akan gembar-gembor bilang ke masyarakat ada minyak di sini di situ, semua dirahasiakan. Presiden terpilih Trump saja yang akan dilantik 20 Januari mendatang percaya kalau persediaan minyak di Amerika Serikat masih banyak dan akan digali terus sehingga harga minyak akan turun nantinya," jelasnya.

Jika harga minyak turun, perekonomian AS meningkat, maka perekonomian Jepang juga akan meningkat baik dan perekonomian dunia juga semakin baik.

"Jadi bohong itu kalau ada yang bilang persediaan minyak dunia menipis. Masih banyak sekali dan tahun ini di bawah AS yang dipimpin Trump saya yakin akan menggali lebih banyak lagi minyak di sana sehingga harga minyak dan gas akan menurun di dunia dan perekonomian AS meningkat baik, harga-harga menjadi turun," kata sang profesor.

Di Jepang persediaan minyak paling banyak menurut Takeda ada di Kepulauan Senkaku, di daerah Okinawa selatan Jepang.

Inilah sebabnya yang membuat pihak China mengincar Senkaku supaya bisa menjadi milik China.

Profesor ini juga mengatakan isu pemanasan dunia adalah bohong.

"Tidak benar ada pemanasan dunia. Kita bisa menggunakan bebas energi tak usah diirit-irit karena besaran CO2 hanya 0,04 persen, sangat kecil sekali," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini