News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jelang Pelantikan Trump, Dubes AS Panik Diminta Berhenti dari Jabatan

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Donald Trump

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Jelang pelantikan Donald Trump, para duta besar (dubes) AS di seluruh dunia dibuat panik oleh mandat pemberhentian dari jabatan.

Tim transisi presiden terpilih AS Donald Trump meminta agar para dubes AS di seluruh dunia pilihan Presiden AS Barack Obama berhenti dari penugasannya.

Baca: Belum Dilantik Jadi Presiden, Donald Trump Sudah Ancam ke General Motors

Mereka diminta untuk berkumpul di Washington, AS, pada hari pelantikan Donald Trump pada 20 Januari mendatang.

Mandat tersebut dikonfirmasi oleh Duta Besar Selandia Baru Mark Gilbert, melalui cuitan Twitter-nya.

"Saya akan pergi pada 20 Januari nanti," kata Mark Gilbert, Sabtu (7/1/2017).

Hal tersebut membuat panik para dubes, karena kehidupan mereka di tempat penugasan masing-masing terancam terpotong begitu saja.

Mereka harus mengajukan perpanjangan visa agar keluarga mereka dapat tetap tinggal dan melanjutkan pendidikan di negara penempatan mereka.

Mandat ini dipandang berbeda dari yang biasanya dilakukan pada masa-masa transisi pemerintahan sebelumnya.

Sebab, pada masa-masa transisi pemerintahan terdahulu, biasanya para duta besar hasil pilihan pemerintah sebelumnya diberi waktu beberapa bulan untuk transisi penugasan.

Pejabat tim transisi Trump mengatakan tidak ada maksud buruk dari mandat tersebut, hanya memastikan para dubes untuk tepat mengikuti jadwal transisi.

(The Australian/Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini