News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

AS tuding Wapres Venezuela terlibat penyelundupan narkoba

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tareck el-Aissami, kiri, ditunjuk bulan lalu oleh Presiden Nicolas Maduro.

Pemerintah Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi terhadap wakil presiden Venezuela, yang dituduh terlibat dalam penyelundupan narkoba internasional.

Perintah tersebut memasukkan Wapres Venezuela, Tareck el-Aissami, pada daftar "gembong" narkotika yang "telah memainkan peran penting dalam penyelundupan narkoba internasional".

Sanksi itu juga diberikan pada pebisnis kaya Samark Bello yang disebut sebagai "pengawal utama" Aissami.

Aissami ditunjuk bulan lalu sebagai wakil presiden oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Belum ada respons dari Maduro maupun Bello, namun Aissami sudah beberapa kali membantah soal keterkaitan dengan kriminal.

Sanksi tersebut membekukan aset El-Aissami di AS sekaligus melarangnya masuk ke AS.

Pernyataan dari Kementerian Keuangan AS mengungkap bahwa El-Aissami telah memfasilitasi pengiriman narkoba dalam jumlah besar dari Venezuela melalui laut dan udara. Pernyataan itu juga menyebut bahwa El-Aissami dibayar oleh bos narkoba Venezuela, Walid Makled, untuk perlindungan pengiriman narkoba.

John E Smith, direktur sementara Kantor Pengendalian Aset Asing Kementerian Keuangan AS, mengatakan bahwa sanksi tersebut adalah "puncak dari penyelidikan bertahun-tahun di bawah Undang-undang Gembong untuk menyasar penyelundup narkoba penting di Venezuela dan menunjukkan bahwa kekuasaan dan pengaruh tidak melindungi siapapun yang terlibat dalam aktivitas melanggar hukum ini."

"Kasus ini menyoroti fokus kami yang berkelanjutan terhadap penyelundup narkoba dan siapapun yang membantu mencuci pemasukan ilegal itu melalui Amerika Serikat," katanya.

Aissami, bersama Vladimir Putin pada 2010, sebelumnya menjabat sebagai menteri dalam negeri.

El-Aissami sebelumnya adalah gubernur Negara Bagian Aragua dan menjadi menteri dalam negeri dan kehakiman di Venezuela sejak 2008 sampai 2012.

Media AS, mengutip dokumen intelijen yang bocor, melaporkan bahwa El-Aissami juga tengah diselidiki di AS terkait dugaan hubungan dengan kelompok militan Hizbullah.

Saat menjabat menteri dalam negeri, paspor ilegal Venezuela kerap berada di tangan anggota kelompok Libanon tersebut, menurut laporan tersebut.

Awal bulan ini, 34 anggota Kongres AS mengirim surat pada Presiden AS Donald Trump meminta sanksi terhadap pejabat Venezuela.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini