Dua calon terkuat pemilihan presiden Perancis saling menyerang dalam debat panas yang disiarkan televisi, khususnya tentang baju renang perempuan Muslim, burkini.
Calon garis tengah, Emmanuel Macron menyerang capres ekstrem kanan Marine Le Pen yang menyebut bahwa burkini adalah ancaman terhadap tradisi sekularisme Prancis. Menurut Macron, burkini hanyalah sekadar tata tertib berbusana di ruang publik.
Beberapa resor Perancis selatan melarang baju renang itu musim panas lalu sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.
Marine Le Pen mengatakan Perancis harus menentang multikulturalisme, tapi Macron menuduhnya memusuhi umat Islam di negeri itu.
- Politik ekstrem kanan: Brexit, Trump, Wilders, dan Pilkada Jakarta?
- Ayah tersangka pelaku serangan di Louvre mengatakan anaknya bukan teroris
- Sarkozy gagal jadi kandidat presiden Prancis
Jajak pendapat terbaru menunjukkan Le Pen akan mendapatkan suara terbanyak di putaran pertama, tapi di putaran dua akan dikalahkan oleh calon partai kanan-tengah Francois Fillon yang sedang dirundung berbagai masalah, atau Macron yang melejit sejak capres kanan tengah itu didera berbagai skandal.
Di pidato pembukaan debat itu, Macron mengatakan akan mengubah politik yang secara tradisional terpecah belah di prancis, sementara Marine Le Pen mengatakan dia ingin membuat Prancis bukan sebagai 'wilayah semu' Uni Eropa atau tunduk kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan bersumpah untuk menghentikan semua imigrasi ke negeri itu.
Adapun Francois Fillon mengatakan bahwa jika terpilih, ia akan menjadi presiden dari apa yang disebutnya 'pemulihan nasional.'
- Serangan Museum Louvre: 'pelaku diyakini merupakan warga Mesir'
- Tentara Prancis tembak 'penyerang' di luar Museum Louvre
- ISIS dorong anak-anak 'lancarkan serangan' di London, Paris, dan New York
Berbeda dengan biasanya, kali ini juga terlibat dua politikus kiri dalam perdebatan: Benoit Hamon dan Jean-Luc Melenchon.
Emmanuel Macron yang melejit sejak Fillon didera berbagai skandal menyerang Marine Le Pen yang menyebut bahwa burkini adalah ancaman terhadap tradisi sekularisme Prancisd. Menurut Macron, burkini hanyalah sekadar tata tertib berbusana di ruang publik.
Beberapa resor Perancis selatan melarang baju renang itu musim panas lalu sebelum pengadilan administratif tertinggi Perancis menyebut larangan itu melanggar kebebasan asasi.
Macron juga menyentil Fillon dengan mengatakan keadilan akan menang sebagaimana akan terjadi menyangkut kasus 'calon presiden tertentu.
Sentilan Macron jelas mengacu pada penyelidikan hukumpada tuduhan bahwa Fillon membayar ratusan ribu euro pada istrinya sendiri untuk pekerjaan parlemen yang tidak ia lakukan.
Fillon menyangkal semua tuduhan yang disebutnya sebagai upaya 'pembunuhan politik,' dan menolak mundur dari pilpres.
Baca tanpa iklan