News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bunuh 705 Orang dalam 100 Hari, Sniper Ini Dijuluki 'The White Death', Simak Kisahnya!

Editor: Wahid Nurdin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Simo Hayha.

Bahkan, yang lebih gila, ketika beraksi, Hayha terbiasa memasukkan salju di mulutnya.

Ini agar mulut Hayha tak mengeluarkan uap ketika bernafas di udara dingin.

Pada 6 Maret 1940, seorang lawan menembak mulut Simo Hayha.

Menurut tentara yang mengangkut Simo, saat itu hampir separuh dari wajah Simo 'hilang'.

Ajaib, Simo tak meninggal.

Pada hari ke-13 setelah tertembak, dia sadar dari koma.

Sebuah hal yang dramatis, tepat di hari ketika Simo bangun, pihak Rusia dan Finlandia memutuskan berdamai dan menghentikan perang.

Meski selamat, Simo mengalami cacat wajah secara permanen.

Simo Hayha (wikipedia) ()

Pada tahun 1998, Simo diwawancarai soal apa resep sehingga dia bisa menjadi sniper hebat.

Simo menjawab singkat : "Latihan,"

Lalu, dia ditanya, apakah dia menyesal telah membunuh banyak manusia.

Begini jawaban Simo : "Aku hanya menjalankan tugasku, itu yang aku lakukan, sebaik mungkin akan kulakukan,"

Kisah Simo menjadi inspirasi lagu White Death, sebuah lagu yang dipopulerkan band metal asal Swedia, Sabaton.

Simo Hayha (YouTube) ()

Simo Hayha meninggal pada tahun 2002, atau pada usia 96 tahun, di rumah sakit khusus veteran perang.

Pada nisannya, selain nama, tertulis 3 kata dalam bahasa Finlandia.

makam Simo Hayha (wikipedia) ()

Tiga kata itu adalah : Rumah, Agama, Ibu Pertiwi.(TribunJatim.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini