News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah di balik MS-13, salah satu geng jalanan paling brutal di dunia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemasukan geng ini sekitar US$31,2 juta atau sekitar Rp400 miliar lebih, menurut informasi dari operasi polisi Salvador skala besar yang diperoleh oleh koran El Faro - sebagian besar dari bisnis narkoba dan pemerasan.

'Bunuh, perkosa, kendalikan'

Beberapa kasus penting yang terkait dengan geng ini termasuk pembunuhan dua remaja perempuan SMA yang diserang menggunakan parang dan pemukul bisbol saat mereka berjalan melewati kawasan geng ini di New York, bulan lalu - sebuah serangan balasan terkait perselisihan kecil, menurut polisi.

Empat terduga anggota MS-13 dituntut atas keterlibatan dalam kasus tersebut. Dua anggota lainnya juga dituntut dalam waktu bersamaan atas tuduhan pembunuhan sesama anggota geng yang disebut telah melanggar protokol geng.

Pada bulan yang sama, dua terduga anggota geng di Houston, Texas juga dituntut atas tuduhan penculikan tiga remaja perempuan, penyanderaan dan pemerkosaan sebelum menembak mati salah satu dari mereka di pinggir jalan.

Miguel Alvarez-Flores, 22, dan Diego Hernandez-Rivera, 18, tertawa-tawa dan melambai ke kamera saat muncul di pengadilan.

Motto MS-13 adalah "bunuh, perkosa, kendalikan", menurut pakar geng FBI yang menyelidiki kelompok ini.

Menyalahkan Obama

Trump dan Sessions telah menuding mantan presiden Barack Obama berkontribusi pada penyebaran MS-13. Mereka menuduh bahwa kebijakan imigrasi pintu terbuka yang dijalankan Obama mendorong pertumbuhan geng tersebut.

Namun geng ini terbentuk dan besar di AS sebelum Obama menjabat. MS-13 sudah dianggap sebagai ancaman penting pada 1990an dan gugus tugas khusus FBI dibentuk untuk melawan geng tersebut pada 1994.

Jaksa Agung Jeff Sessions berjanji untuk "menghancurkan" geng tersebut.

"Kenaikan terbesar terjadi pada era Bush-Cheney ketika pendorong imigrasi di Amerika Tengah tumbuh, ketika berbagai penggerebekan akan kejahatan membuat penjara penuh sampai tak muat lagi, dan saat pendanaan akan program rehabilitasi menurun," kata Fulton T Armstrong, seorang peneliti di Center for Latin American and Latino Studies di American University, mengatakan pada situs pengecek fakta Politifact .

"Saya belum melihat bukti bahwa pemerintahan Obama bisa disalahkan akan keberadaan atau aktivitas geng ini di AS," kata Ioan Grillo, penulis buku tentang kejahatan geng AS.

Pemerintahan Obama juga memprioritaskan deportasi anggota geng kriminal, termasuk MS-13, lewat program deportasi yang agresif.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini