News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Murtad Jadi Ateis dan Hina Nabi, Pria Arab Saudi Ini Divonis Hukuman Mati

Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Harian Arab Saudi, al-Sharq, melaporkan penangkapan seorang pria yang diidentifikasi bernama Ahmad Al-Shamri karena murtad dan penghujatan pada tahun 2014

TRIBUNNEWS.COM, RIYADH – Seorang pria Arab Saudi, yang diidentifikasi oleh media lokal bernama Ahmad Al-Shamri (20), dijatuhi hukuman mati setelah kalah dalam dua kali pengadilan banding.

Al-Shamri ditangkap dengan tuduhan melakukan penghujatan setelah ia mengunggah video yang mengandung konten menghina Nabi Muhammad ke media sosial.

Media lokal Arab Saudi mengatakan, Al Shamri, seorang pemuda berusia 20-an tahun, berasal dari kota Hafar al-Batin, sebagaimana dilaporkan The Independent, Rabu (26/4/2017).

Ia diproses hukum setelah ditangkap pada tahun 2014, yakni tak lama setelah ia diduga mengunggah video ke media sosial di mana ia mengaku telah meninggalkan Islam dan Nabi Mohammad.

Pemuda itu ditangkap atas tuduhan ateisme dan penghujatan.

Ia ditahan sebelum dihukum oleh pengadilan setempat dan kemudian dijatuhi hukuman mati pada Februari 2015.

Pada saat berada di tahanan, pembela Shamri mengajukan banding.

Dikatakan, kliennya itu berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang dan alkohol ketika ia membuat video tersebut.

Al-Shamri kalah di Pengadilan Banding tingkat pertama.

Setelah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, lembaga itu mengukuhkan lagi vonis yang dijatuhkan pada pengadilan pertama.

Berita-berita media dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten mengidentifikasi

Al-Shamri, namun identitas atau hukumannya belum diverifikasi oleh otoritas Arab Saudi.

Pihak berwenang Arab Saudi pun tidak bersedia mengonfirmasi kasus tersebut ketika dimintai keterangannya oleh The Independen.

Di bawah hukum agama Arab Saudi yang ketat, murtad dari Islam dapat dihukum dengan kurungan di penjara yang juga keras dan hukuman fisik.

Serangkaian keputusan kerajaan pada 2014 di bawah Raja Abdullah mendefinisikan kembali atheis sebagai teroris, menurut sebuah laporan oleh Human Rights Watch (HRW).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini