Menurutnya, para teroris itu bersembunyi di tiga desa di kota tersebut.
"Kami yakin pasukan mendapatkan kemajuan penting di wilayah-wilayah tersebut. Dari hari ke hari ruang gerak para terorisme di dalam kota semakin sempit," katanya.
Padilla meyakinkan keluarga pengungsi asal Kota Marawi, pemerintah akan merekonstruksi, merehabilitasi, dan membangun kembali kawasan itu setelah hancur akibat pertempuran bersenjata.
Militer berjanji Kota Marawi tidak akan pernah diserang lagi oleh kelompok teror manapun.
"Kami akan membantu mengembalikan Marawi dalam waktu cepat, dengan jaminan akan lebih aman saat kami meninggalkannya," kata Padilla.
Marawi dikenal sebagai kota muslim karena mayoritas penduduknya beragama Islam. (manilatimes/feb)
Baca tanpa iklan