Duduk di sebelah Hichem, seorang mahasiswa bernama Radhouam. Dia menilai tradisi Tunisia terlalu keji untuk kaum perempuan.
"Bagi saya, itu murni kemunafikan. Para pemuda bisa berhubungan seks dengan bebas sebelum menikah. Lalu mengapa kita menyalahkan perempuan muda ketika mereka melakukan hal yang sama?" (Pascal S Bin Saju/BBC Indonesia)
Berita Ini Telah Dipublikasikan di Kompas.com, dengan judul: Kisah Perempuan Tunisia Mengembalikan Keperawanan
Baca tanpa iklan