Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Data Museum Apel Jepang menyebut apel di dunia bisa mencapai 25.000 jenis apel. Museum itu juga menyebut di Jepang ada 100 jenis apel.
"Tapi yang saya tahu mungkin ada sedikitnya 100 jenis apel. Sedangkan yang banyak di pasaran dan banyak terjual serta terbeli hanya ada enam jenis apel saja pada dasarnya," kata Shohei Naito, CEO Nihon Agri, Inc. yang khusus menekuni buah apel untuk diekspor ke Indonesia Oktober mendatang.
Dari jumlah 100 jenis buah apel yang ada di Jepang, tentu saja warnanya macam-macam, ada yang merah, ada yang kuning dan ada yang hijau seperti apel Malang.
Di Jepang masyarakatnya menggemari semua jenis apel itu, namun yang baru muncul belakangan jadi trend di Jepang adalah apel dari Nagano karena seperti ada rasa madunya sehingga masyarakat menyukainya.
Namun apel dari Nagano panen biasanya hanya antara Oktober-Desember, jadi tidak sepanjang tahun.
Sementara Perfektur Aomori yang menjadi pionir apel di Jepang, semua orang tahu kalau Aomori adalah tempat apel, sudah memiliki teknologi modern, infra yang baik, peralatan yang baik, semuanya demi pengembangan apel di Aomori.
Akibatnya Aomori bisa bertahan memproduksi apel sepanjang tahun dengan rumah kacanya serta pengaturan temperatur yang tetap stabil sepanjang tahun.
Meskipun Jepang ada 4 musim terutama musim dingin di daerah Aomori bisa mencapai minus 10 derajat celcius.
Di tempat terbuka tentu tak bisa tumbuh pohon apel dengan kedinginan minus 10 derajat celcius.
"Mungkin perlahan-lahan nanti kalau sudah semakin maju dan semakin banyak modal pengusaha Nagano mungkin akan bisa pula memproduksi apelnya sepanjang tahun. Tapi kini kita hanya bisa peroleh antara Oktober-Desember dan apel Nagano juga nantinya akan kita perkenalkan di Indonesia saat masa panen," kata Naito kepada Tribunnews.com, Kamis (6/7/2017).
Apel di Jepang mulai ada sekitar tahun 900 zaman Heian, diimpor dari negeri barat seperti Eropa.
Zaman dulu apel dianggap merupakan makanan kalangan bangsawan saja, bukan untuk rakyat biasa dan harganya juga sangat mahal.
Tapi dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat luas di Jepang, apel akhirnya menjadi konsumsi semua anggota masyarakat Jepang.
Harganya pun yang bagus di Jepang hanya 100 yen per buah. Persediaan pun sangat berlimpah. Kalau dijual di Indonesia 3 kali lipat berarti 300 yen atau sekitar Rp 39.000 per buah.
"Kita belum putuskan soal harga masih diteliti pasar di Indonesia mau dijual berapa rupiah belum tahu," kata dia.
Baca tanpa iklan