News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dilarang aborsi, bocah 10 tahun korban perkosaan, lahirkan bayi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang bocah perempuan India berusia 10 tahun hamil akibat diperkosan dan dilarang melakukan aborsi oleh Mahkamah Agung, telah melahirkan seorang bayi perempuan.

Bocah perempuan itu bahkan tidak sadar bahwa dia melahirkan. Sepanjang kehamilan, ia menyangka bahwa ada batu besar di dalam perutnya.

Bayi seberat 2,5kg itu dilahirkan melalui operasi sesardi Chandigarh, pada 17 Agustus pukul 09:22 (10:52 WIB).

Betapapun, si jabang bayi dan ibunya yang masih bocah itu dalam keadaan sehat, kata seorang pejabat kepada BBC.

Bocah perempuan itu diduga diperkosa berulangkali oleh pamannya sepanjang tujuh bulan. Tersangka pemerkosa sudah ditahan.

Kehaimlannya diketahui bulan lalu, tatkala ia mengeluhkan sakit di perutnya, dan orang tuanya memeriksakannya ke rumahsakit.

Bulan lalu Mahkamah Agung menolak permohonan untuk mengizinkan aborsi baginya dengan dasar bahwa kehamilannya sudah terlalu lanjut, dan para dokter mengatakan bahwa aborsi pada kehamilan lebih dari 32 pekan, 'terlalu berisiko.'

B erikut ini adalah laporan wartawan BBC Geeta Pandey yang beberapa waktu lalu mengunjungi kota Chandigarh di utara India untuk menulis kisahnya.

"Banyak kasus kehamilan remaja yang melibatkan anak usia 14 hingga 15 tahun, namun ini kasus pertama yang saya lihat melibatkan seorang anak usia 10 tahun," kata Mahavir Singh, dari Otoritas Layanan Hukum Negara Bagian Chandigarh.

Singh terlibat dalam kasus yang mengejutkan Kota Chandigarh dan seluruh India. Di sana ada seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang hamil setelah diduga berulang kali diperkosa oleh seorang anggota keluarga.

Anggota keluarga itu saat ini dipenjara, menunggu waktu persidangan.

Anak perempuan itu tadinya anak yang bahagia yang gampang tersenyum. Dia pemalu dan tidak terlalu banyak bicara. Bahas Inggris dan matematika adalah subjek favorit siswa kelas enam ini. Dia suka menggambar dan cukup bertalenta. Dia sangat suka menonton acara kartun favoritnya Chhoti Anandi (Si kecil Anandi) dan Shin Chan . Dia suka ayam dan ikan - dan es krim.

Namun pada 28 Juli, Mahkamah Agung India menolak petisi - yang diajukan atas namanya- agar dia bisa melakukan aborsi, dengan alasan bahwa dengan usia kehamilan 32 minggu, janinnya sudah berkembang. Sebuah panel dokter telah menyarankan bahwa aborsi pada tahap ini akan "terlalu berisiko" untuk anak perempuan itu, dan janinnya "berkembang sehat".

Perintah pengadilan sangat mengecewakan keluarga anak perempuan itu.

'Dia tidak mengerti apa yang terjadi'

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini