News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Duterte Ancam Usir Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam, Ini Alasannya

Editor: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Istana Merdeka saat melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, Jakarta, Jumat (9/9/2016). Kunjungan Presiden Duterte ke Indonesia untuk membahas penyanderaan WNI, keamanan laut Sulu, calon jemaah haji ilegal yang menggunakan paspor Filipina, dan pemberantasan narkoba. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menuding Uni Eropa mencampuri urusan dalam negeri negara itu.

Duterte mengancam akan mengusir para diplomat Uni Eropa dalam waktu 24 jam.

Dia menuduh bahwa Eropa bersekongkol untuk mengeluarkan Filipina dari PBB, ia tidak memberikan bukti-bukti untuk ini.

Baca: Pelayan Restoran Ini Tak Sadar Kehadiran Kahiyang Jokowi dan Tunangannya

Sebelumnya, seuah delegasi Barat mengkritik perang terhadap narkoba yang dilancarkan Duterte dengan penuh kekerasan.

Seorang juru bicara Uni Eropa kemudian mengatakan bahwa delegasi itu tidak mewakili blok mereka.

Dalam pidatonya, Presiden Duterte mengatakan: "Kami akan disingkirkan dari PBB? Kalian bajingan! Ayo coba saja."

"Kalian mencampuri urusan dalam negeri karena kami miskin, Kalian memberi uang dan kemudian mengatur apa yang harus dilakukan."

'Harus pergi dalam 24 jam'

Tentang para diplomat Uni Eropa, dia berkata: "Anda harus meninggalkan negeri saya dalam waktu 24 jam, Anda semua."

Dalam pidato itu ia melontarkan juga berbagai makian kasar.

Namun dia tidak memberikan bukti untuk mendukung tudingannya bahwa pemerintah Uni Eropa berusaha agar Filipina dikeluarkan dari PBB.

Baca: Fahri Lihat Novanto Masih Punya Kecenderungan Mengantuk yang Tinggi Sekali

Menanggapi pernyataan Duterte, juru bicara Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kunjungan 'Delegasi Internasional Aliansi Progresif pada 8-9 Oktober lalu bukan merupakan sebuah 'misi Uni Eropa', sebagaimana yang secara keliru dilaporkan oleh beberapa media."

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini