News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anak ateis dikeluarga Muslim dan kisah keluarga asuh lain

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Kami hilang," tambahnya. "Tugas orang tua asuh adalah menemukan kami lagi, tapi mereka benar-benar kehilangan karena mereka tidak tertarik pada siapa kami sebelum tiba di sana.

"Kami tidak merayakan Natal."

Namun keluarga tersebut juga tidak mengenalkan budaya mereka kepadanya.

"Jika ada yang merusak kami lebih jauh, itu adalah mereka menjaga jarak terkait siapa mereka."

"Kami melihat mereka berdoa tapi tidak terlalu mengerti mengapa mereka melakukannya, atau apa itu, dan kami hanya menirunya."

Kebutuhan budaya

Kevin Williams, direktur Fostering Network -lembaga orang pengasuhan anak- mengatakan selama 20 tahun terakhir ada pemahaman yang jauh lebih besar tentang kebutuhan untuk mendukung 'budaya dan kepercayaan' anak asuh.

Orang tua asuh dilatih untuk memastikan mereka siap merawat anak dari semua latar belakang dan para pekerja sosial bertindak sebagai pengaman.

Williams menegaskan bahwa orang tua asuh seharusnya 'tidak memaksakan agama kepada anak-anak' tapi -jika mereka religius- mereka dapat berbicara dengan anak tentang agama, karena merupakan hal yang penting bagi mereka untuk mendapatkan 'pengalaman yang berbeda'.

"Kami ingin anak-anak dicocokkan semaksimal mungkin dengan keluarga yang mengasuh -termasuk kebutuhan agama dan budaya- tapi ini tidak selalu mungkin," jelas Williams.

Dia berharap makin banyak keluarga Muslim yang menjadi orang tua asuh sehingga mereka dapat merawat anak-anak dari berbagai agama dan kepercayaan.

Dan Rebecca Brown -remaja perempuan ateis tadi- menyerukan orang untuk tidak berpandangan negatif terhadap Muslim yang jadi keluarga asuh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini