News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Korea Selatan Tuduh Rezim Kim Jong Un Dalang di Balik Pencurian Cryptocurrency

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Beberapa toko di Jepang menerima pembayaran menggunakan bitcoin.

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Badan mata-mata Korea Selatan menuding para peretas Korea Utara di balik penyerangan di bursa cryptocurrency di Korsel tahun ini. Total yang hilang diperkirakan mencapai US$ KRW 7,6 miliar (US$ 6,9 juta) atau sekitar Rp 96 miliar. 

National Intelligence Service (NIS), seperti dikutip media Korsel Chosun Ilbomelaporkan, pencurian ini terjadi di bursa Bitthumb, bursa Yapizon yang sekarang bernama Youbit, serta Coinis pada April dan September. 

Kini, cryptocurrency KRW 7,6 miliar yang hilang tersebut bernilai sekitar KRW 90 miliar atau mencapai Rp 1,1 triliun.

Tak hanya itu, peretas yang diduga dari Korea Utara juga disebut membocorkan informasi personal dari 36.000 akun di Bitthumb, yang disebut sebagai situs perdagangan bitcoin tersibuk di Korsel. 

Bahkan menurut NIS, mereka meminta KRW 6 miliar (US$ 5,5 juta) dari Bitthumb jika ingin data personal tersebut didelete. 

Serangan cyber di 10 bursa cryptocurrency oleh hacker Korea Utara juga terjadi Oktober lalu, lewat email berpenumpang malware. NIS menyebut, email tersebut menggunakan alamat internet Korea Utara.  

Sanny Cicilia/Kontan
 


 
 
 
 
20
SHARES

 
 
 
   INDEKS BERITA
 
Tags  bitcoin

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini