News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah kaum muda Amerika Serikat yang baru memperoleh paspor

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bagaimanapun, Morgan memutuskan untuk membuat paspor. Baginya, itu adalah keputusan politik.

"Saya merasa perlu pilihan untuk ke luar negeri," ucapnya.

"Jika orang ini (Presiden Donald Trump) terus mencuit kepada Kim Jong-un soal tombol nuklirnya, saya perlu opsi untuk pergi," sambungnya.

Hilary Cassoday, guru matematika berusia 25 tahun dari Indiana, telah mengantongi paspor selama setahun.

Ditanya mengapa dia tidak membuatnya lebih awal, ketakutan adalah jawabannya.

"Orang-orang berpikir semua di sini (AS) aman dan segala sesuatunya di luar perbatasan tidak aman," ujarnya.

Namun, pada Maret 2017, saat berjalan-jalan ke Irlandia Utara, dia menyadari sesuatu.

"Saya benar-benar berpikir bahwa itu adalah momen terbaik dalam tahun tersebut," sebutnya.

Suasana pasar Natal di Belfast, Irlandia Utara.

Saat masih remaja, Hillary membaca buku berjudul P.S. I Love You karya Cecelia Ahern yang mengisahkan pasangan Irlandia. Hillary kemudian juga menyaksikan filmnya.

"Ketika saya melihat filmnya, ya ampun saya harus ke Irlandia," serunya.

"Begitu kesempatan itu akhirnya muncul, saya berpikir 'Inilah saatnya saya pergi melihat pemandangan indah'. Dan rasanya luar biasa."

Mulai sejak saat itu, Hillary dan kekasihnya membuat rencana.

"Kami ingin bertualang, melihat hal-hal baru," cetusnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini