Pengguna ponsel menerima pesan tersebut pada pukul 08:07 (18:07 GMT): "Ancaman rudal balistik masuk ke Hawaii. Segera mencari tempat berlindung. Ini bukan latihan."
Setengah jam kemudian, baru dikirimkan koreksi yang berbunyi: "Tidak ada ancaman rudal atau bahaya bagi negara bagian Hawaii."
Apakah ada tindakan untuk mencegah hal ini terulang?
Salah satu masalahnya adalah sistem peringatan tidak memungkinkan adanya koreksi untuk dikirim dengan cepat ke ponsel.
Berdasarkan laporan New York Times, pejabat negara mengatakan "template pembatalan" akan dibuat untuk mengatasi masalah tersebut.
Selain itu, mulai saat ini, untuk mengirimkan pesan peringatan, dibutuhkan tandatangan dua orang sebagai persetujuan.
"Saya minta maaf atas rasa sakit dan kebingungan yang ditimbulkannya. Saya juga sangat kecewa dengan hal ini," kata Gubernur Ige.
Vern Miyagi, administrator Hawai Emergency Management Agency, juga meminta maaf atas kesalahan yang tidak disengaja tersebut.
Program rudal dan nuklir Korea Utara dipandang sebagai ancaman bagi Amerika Serikat. Hawaii adalah salah satu negara bagian AS yang paling dekat dengan negara tersebut.
Pada September lalu, Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenam.
Bulan lalu, Star-Advertiser melaporkan bahwa sebuah rudal yang diluncurkan dari Korea Utara dapat menyerang Hawaii dalam waktu 20 menit setelah diluncurkan.
Alhasil, Hawaii telah mempersiapkan kembali sirene peringatan era Perang Dingin. Selama tes bulan lalu, dilaporkan bahwa 93% di antaranya bekerja dengan baik, meskipun beberapa hampir tidak dapat didengar dan 12 lainnya keliru menyalakan sirene ambulans.
Barratut Taqiyyah Rafie/Sumber : BBC
Baca tanpa iklan