News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahli Ekonomi Jepang: Diterima Tidaknya Mata Uang Virtual Tergantung Pemerintah

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ekonom Jepang yang juga Chair of the Board The Tokyo Foundation, Takeo Hoshi (58) Lulusan Universitas Tokyo.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ahli ekonomi terkenal Jepang, Takeo Hoshi mengungkapkan Virtual Currency (VC) bisa diterima oleh masyarakat atau tidak seperti Bit Coin tergantung kepada masing-masing negara.

"Menurut saya VC tergantung kepada penerimaan banyak orang dan nilainya bisa berubah-ubah pula seperti juga mata uang lainnya di dunia saat ini," ungkap ahli ekonomi terkenal Jepang, Takeo Hoshi yang juga Chair of the Board The Tokyo Foundation kepada Tribunnews.com, Jumat (26/1/2018).

Hoshi juga menekankan sebenarnya VC tidaklah beda dengan mata uang yang ada lainnya.

Baca: Sebelum Tewas Minum Racun Serangga, Karsa Kirim Pesan Minta Kerabat Cari Mayatnya di Pantai Saba

Masalahnya masyarakat mau terima atau tidak, bagaimana dengan pemerintah masing-masing negara.

"Tidak ada beda VC dengan mata uang lain. Bagaimana masalahnya di masyarakat mau terima tidak dan bagaimana sikap pemerintah yang bersangkutan, menerima atau menolak VC tersebut?" kata dia.

Beberapa toko di Jepang menerima pembayaran menggunakan bitcoin. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Di Jepang sudah mulai banyak toko yang menerima pembayaran menggunakan VC Bit Coin bahkan di samping kasirnya ada layar LCD kecil yang mencantumkan nilai tukar secara live satu bit coin terhadap mata uang yen.

Baca: Saya Tungguin Istri, Kalau Capek Saya Tidur di Hotel Tempat Istri Tidur dengan Pria Lain

Jadi bagi pemilik bit coin di beberapa tempat bisa membayar menggunakan bit coin masing-masing.

Di Jepang Bit Coin diterima secara hukum sehingga bermunculan toko yang menerima pembayaran menggunakan bit coin baik toko di dalam mal maupun restoran dan sebagainya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini