News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tak Sabar Menunggu Makanan yang Dipesan, Pengunjung Restoran Pukul Pramusaji

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar dari video kamera pengawas yang memperlihatkan seorang pramusaji diserang oleh pengunjung yang marah karena pesanan mereka tidak kunjung disajikan (25/2/2018).

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Seorang pelayan sebuah restoran di Hengyang, Prvinsi Hunan, China, harus dilarikan ke rumah sakit setempat.

Pramusaji tersebut terluka setelah diserang oleh sekelompok orang karena dianggap lambat dalam menyajikan makanan mereka.

Dilansir Daily Mirror Minggu (4/3/2018) dalam rekaman kamera pengawas insiden yang terjadi pekan lalu (25/2/2018), awalnya 6-7 orang datang ke meja kasir Restoran Tianxiake.

Baca: Pencarian Fauzan Diperluas hingga Muara Sungai Bodri

Mereka marah-marah karena makanan mereka tak kunjung datang. Beberapa saat kemudian, pramusaji itu datang dan berusaha menenangkan mereka.

Namun, tiba-tiba lelaki yang dihadapi pramusaji itu menampar dan memukulnya, yang kemudian diikuti oleh teman-teman pria tersebut.

Beberapa di antara pengunjung itu bahkan melemparkan mangkok yang ada di meja kepada pramusaji tersebut. Pramusaji itu berusaha diselamatkan oleh rekan-rekannya. Namun, mereka juga menjadi sasaran serangan dari pengunjung yang marah tersebut.

"Mereka marah karena harus menunggu lama. Mereka juga berkata kepada pengunjung lain bahwa harga makanan di sini sangat mahal," kata Li, manajer restoran itu.

Beijing News memberitakan, pramusaji yang berusia 48 tahun itu mengalami luka yang tidak membahayakan nyawa. Kepolisian Hengyang langsung turun untuk menyelidiki rekaman dalam kamera, dan memburu para pelaku.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesanan Tak Kunjung Datang, Pengunjung Hajar Pramusaji Restoran"
Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini