Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses mempertahankan gelar juara di ganda putra turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, All England.
Dalam laga di Birmingham, Inggris, Minggu petang (18/03) atau Senin dini hari WIB, Kevin/Marcus menang dua set langsung atas pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan 21-18 dan 21-17.
"Senang rasanya bisa merebut gelar bergengsi. Luar biasa bisa juara lagi," kata Kevin kepada BBC Indonesia setelah pertandingan.
- Kevin/Marcus maju ke final All England, lawan akui duo Indonesia jauh lebih cerdas
- Peluang Indonesia di All England tinggal dari tangan Kevin/Marcus
- Bagaimana Spanyol cetak pebulu tangkis peraih emas Olimpiade?
Kevin menambahkan kunci kemenangan di babak final adalah fokus untuk meraih poin demi poin dan meminimalkan kesalahan: "Jangan banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu saja sih."
Hal senada disampaikan Marcus, bahwa dia dan Kevin mencoba untuk tampil tanpa beban meski diakui tidak mudah karena datang sebagai juara bertahan.
"Menikmati pertandingan, jangan ada tekanan. Fokus satu demi satu dan melakukan yang terbaik," kata Marcus.
Boe/Mogensen memberikan perlawanan gigih, terutama di set kedua, dengan terus menempel ketat perolehan poin Kevin/Marcus, namun ternyata belum cukup untuk menahan laju pasangan Indonesia itu.
Boe menyebut Kevin punya 'pukulan ajaib'.
"Ada bola yang mestinya tak bisa dikembalikan, tapi Kevin bisa mengembalikan. Itu ajaib," kata Boe.
Memang beberapa kali dalam turnamen ini Kevin membuat lawan terperangah.
Dikira sudah mati dan tak bisa mengembalikan bola, tapi bola justru tiba-tiba kembali, yang membuat pemain Inggris Gaby Adcock menjulukinya 'pemain ajaib'.
Kevin menjelaskan tidak ada yang istimewa dari pukulannya: "Itu reflek saja."
Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, mengatakan keberhasilan Kevin/Marcus mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa keduanya memang istimewa, baik dari aspek fisik maupun mental.
Ia mengatakan gelar juara yang diraih tahun lalu di turnamen ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri Kevin/Marcus, yang mendorong keduanya panen gelar sepanjang 2017.
Baca tanpa iklan