News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Memo berpesan 'tujuan menghalalkan cara' menghantui Facebook

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Andrew Bosworth

Andrew Bosworth mengatakan memonya dimaksudkan provokatif.

Memo seorang eksekutif Facebook yang menyatakan adalah sebuah 'kebenaran pahit' bahwa sesuatu yang berkembang bisa dibenarkan, beredar ke khalayak umum.

Ditulis tahun 2016, memo menyebutkan bahwa hal tersebut tetap berlaku walaupun ada yang orang yang mungkin meninggal karena perundungan (bullying) maupun terorisme.

Namun penulis memo, Andrew Bosworth, dan eksekutif puncak, Mark Zuckerberg, membantah mereka yakin dengan pandangan itu.

Bagaimanapun bocornya memo tersebut membayang-bayangi upaya Facebook untuk mengatasi skandal yang baru-baru ini melilitnya, terkait penyalahgunaan data dari 50 juta penggunanya.

Facebook sedang berada dalam tekanan kuat setelah sebuah konsultan politik, Cambridge Analytica, menggunakan data sekitar 50 juta pengguna Facebook untuk kepentingan tertentu, antara lain membantu kemenangan Presiden Donald Trump dalam Pilpres AS 2016 lalu.

Facebook sedang dalam tekanan terkait peggunaan data sekitar 50 juta penggunanya oleh konsultan politik, Cambridge Analytica.

Memo Bosworth ini pertama kali diterbitkan oleh situs berita Buzzfeed.

Bosworth -yang ikut menemukan layanan News Feed di Facebook- menduduki jabatan eksekutif di raksasa media sosial itu sejak tahun 2006 dan kini memimpin unit virtual reality.

Dia sudah dua kali menulis pesan di Twitter bahwa 'dia tidak setuju' dengan pesan tersebut saat menulisnya namun mengirim kepada staf sebagai 'provokatif'.

"Melakukan perdebatan di sekitar topik sulit seperti itu merupakan bagian amat penting dalam proses kami dan untuk melakukannya secara efektif, kami harus mampu mempertimbangkan gagasan yang buruk sekalipun," jelasnya.

Mark Zuckerberg juga sudah mengeluarkan pernyataan sendiri: "Boz merupakan pemimpin berbakat yang mengatakan banyak hal yang provolatif."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini