News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

China dan Rusia Kompak Kecam Sistem Rudal Golden Dome Milik Trump

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - China dan Rusia mengecam rencana perisai pertahanan rudal Golden Dome milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta kebijakan nuklir Washington yang disebut “tidak bertanggung jawab” dalam sebuah pertemuan puncak bersama pada Rabu, seminggu setelah Presiden Xi Jinping menjamu Trump di Beijing.

Dilansir Reuters, pernyataan bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin itu menegaskan bahwa meskipun Xi berupaya menjaga hubungan stabil dan konstruktif dengan Trump, ia memiliki perbedaan mendasar dalam sejumlah isu utama, di mana posisi China sangat sejalan dengan Rusia.

Pernyataan tersebut menyebut rencana sistem pencegat rudal berbasis darat dan luar angkasa milik Trump mengancam stabilitas strategis global. China dan Rusia juga mengkritik Washington terkait berakhirnya perjanjian pembatasan arsenal nuklir AS dan Rusia.

Perjanjian itu berakhir pada Februari, dan Trump tidak menanggapi usulan Moskow untuk memperpanjangnya selama satu tahun. Sebelumnya, sejumlah politisi AS berpendapat bahwa Washington perlu memperbesar arsenal nuklirnya untuk menghadapi China, yang menegaskan bahwa peningkatan militernya jauh lebih kecil.

Namun, meski kedua pemimpin berbicara dengan suara yang sama mengenai isu keamanan global, mereka gagal mencapai terobosan yang sudah lama diinginkan Moskow, yaitu kontrak pembangunan pipa gas baru yang dapat membuat ekspor gas alam Rusia ke China meningkat lebih dari dua kali lipat.

Baca juga: Bertemu Xi Jinping di Beijing, Putin Sebut Rusia dan China Harus Melawan Semua Bentuk Bullying

Xi Gelar Dua Pertemuan Besar Beruntun

Xi menutup pekan diplomatik penting, setelah bertemu dengan pemimpin rival strategis terbesar China dan salah satu mitra terdekatnya.

Di tengah upaya Trump mencari jalan keluar dari perang dengan Iran dan pasukan Putin yang masih terjebak dalam konflik di Ukraina, rangkaian pertemuan itu memberi kesempatan bagi Xi untuk menampilkan Beijing sebagai pilar stabilitas global dan pemain diplomatik yang tak tergantikan.

Jika pertemuan dengan Trump lebih difokuskan pada pengelolaan ketegangan, maka pertemuan dengan Putin menghadirkan tantangan berbeda, yakni bagaimana menunjukkan kemajuan dalam hubungan yang sebelumnya disebut kedua negara sebagai hubungan “tanpa batas”.

Xi dan Putin, yang telah bertemu lebih dari 40 kali, kembali menegaskan kedekatan hubungan Rusia-China yang mereka kukuhkan melalui perjanjian kemitraan strategis pada 2022, kurang dari tiga minggu sebelum invasi penuh Rusia ke Ukraina dimulai.

Moskow sebelumnya memberi sinyal ingin memperluas kerja sama energi dengan China, pembeli terbesar minyak Rusia, termasuk pasokan melalui pipa dan pengiriman lewat laut. Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengatakan China tertarik pada pasokan minyak jangka panjang Rusia dan peningkatan volumenya, yang disebut naik 10 persen dalam empat bulan terakhir.

Kesepakatan Gas Masih Belum Tercapai

Saat kunjungan terakhir Putin pada September 2025, perusahaan gas Rusia Gazprom mengatakan kedua pihak sepakat melanjutkan proyek Power of Siberia 2, jalur pipa sepanjang 2.600 kilometer yang dirancang menyalurkan 50 miliar meter kubik gas per tahun dari Rusia ke China melalui Mongolia.

China hampir tidak memberikan komentar publik mengenai proyek tersebut. Meskipun Xi mengatakan kerja sama energi dan konektivitas sumber daya harus menjadi “fondasi utama” hubungan China-Rusia, ia tidak secara khusus menyebut proyek pipa tersebut.

Isu utama seperti harga gas masih belum terselesaikan, dan para analis memperkirakan negosiasi bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Kremlin menyebut kedua pihak telah mencapai “pemahaman umum mengenai parameter proyek”, meski belum ada rincian maupun jadwal yang jelas. Novak mengatakan Rusia dan China sedang menyelesaikan kontrak pasokan melalui jalur pipa itu.

Upacara Kenegaraan di Beijing

Xi menyambut Putin dengan pasukan kehormatan dan tembakan salvo di Great Hall of the People di Beijing, sementara anak-anak melambaikan bendera China dan Rusia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini