News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jika KTT Berjalan Sukses, Trump Izinkan Kim Kunjungi Gedung Putih

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya akan secara terbuka mengundang Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengunjungi Gedung Putih, jika KTT yang digelar pekan depan berjalan sukses.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Jumat (8/6/2018), hal itu menandakan hubungan antara AS dan Korut akan berlanjut jika pembicaraan dalam KTT tersebut berjalan secara baik.

"Tentu saja jika itu berjalan dengan baik, saya pikir itu akan diterima dengan baik," kata Trump pada Kamis kemarin, saat melakukan konferensi pers bersama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

"Saya pikir ia akan melihat (pertemuan) ini dengan sangat baik, jadi saya pikir (kehadirannya di Gedung Putih) itu bisa saja terjadi," tambah Trump.

Pada Kamis kemarin, Trump mengulangi apa yang ia katakan pada pekan lalu, bahwa mungkin saja dirinya dan Kim dapat menandatangani perjanjian untuk mengakhiri Perang Korea.

Namun itu disimpulkan hanya dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

"Kami bisa menandatangani perjanjian, karena anda tahu bahwa itu akan menjadi langkah pertama, kami melihatnya, membicarakannya juga dengan pihak lainnya," jelas Trump kepada wartawan.

"(Penandatanganan perjanjian) itu mungkin bagian yang mudah, namun ada bagian sulit setelah itu," papar Trump.

Trump berharap suatu saat hubungan AS dengan pemerintahan Kim bisa berjalan normal.

Permasalahan utama terkait KTT yang akan digelar pada 12 Juni mendatang di Singapura itu adalah permintaan AS.

AS akam meminta Korut meninggalkan program senjata nuklir yang kini mengancam negeri paman sam.

Namun, Korut telah menolak menyerahkan persenjataannya secara sepihak.

Negara komunis itu membela program nuklir dan rudalnya sebagai bentuk alat pencegahan terhadap apa yang mereka lihat sebagai agresi AS.

Hal itu karena AS telah menempatkan 28.500 pasukan di Korea Selatan, negara yang selama ini menjadi sekutu AS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini