Selamat Dua Kali, Kisah Pilot F-15 AS Ditembak Jatuh Dua Kali dalam 33 Hari Perang Iran-Amerika
Ringkasan Berita:
- Seorang pilot F-15E AS ditembak jatuh dua kali dalam 33 hari selama konflik Iran-AS 2026 dan selamat dari kedua insiden.
- Insiden pertama terjadi di Kuwait akibat tembakan salah sasaran (friendly fire) dari sistem pertahanan udara Kuwait saat menghadapi serangan Iran.
- Insiden kedua terjadi di wilayah Iran ketika pesawatnya terkena rudal darat-ke-udara, yang kemudian memicu operasi penyelamatan berisiko tinggi oleh militer AS.
TRIBUNNEWS.COM - Kejadian langka berbau keberuntungan menimpa seorang pilot pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS).
Bagaimana tidak, pilot ini dilaporkan dua kali ditembak jatuh dalam rentang waktu hanya 33 hari selama konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada 2026.
Ajaibnya, pilot ini mampu dalam dua peristiwa yang punya peluang tingi merenggut nyawanya, menjadikan peristiwa ini sebagai satu di antara insiden sangat langka dalam sejarah militer modern.
Baca juga: Sendirian di Gurun Iran, Cerita Penyelamatan Pilot AS: Insiden Black Hawk Down Nyaris Terulang
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh jurnalis pertahanan AS, Sean Naylor melalui publikasi The High Side.
Menurut laporan itu, pilot tersebut menjadi personel militer Amerika pertama sejak Perang Vietnam yang ditembak jatuh dua kali dalam konflik yang sama dan berhasil selamat dari kedua insiden.
Mantan Letnan Jenderal Angkatan Udara AS David Deptula menggambarkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang sangat tidak biasa.
“Ini seperti tersambar petir dua kali,” ujarnya.
Jatuh Akibat Friendly Fire di Kuwait
Insiden pertama terjadi pada Maret 2026, pada tahap awal konflik Iran-AS. Saat itu, tiga jet tempur F-15 Amerika diterbangkan untuk mendukung Operation Epic Fury, ketika Kuwait sedang menghadapi serangan rudal dan drone Iran.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), sistem pertahanan udara Kuwait yang sedang berupaya mencegat serangan Iran secara tidak sengaja menembak jatuh tiga pesawat F-15 AS dalam sebuah insiden friendly fire atau salah sasaran terhadap pasukan sendiri.
Kuwait disebut telah mengakui insiden tersebut. Enam awak pesawat dari tiga jet yang terkena tembakan berhasil melontarkan diri menggunakan kursi pelontar (ejection seat) dan mendarat dengan selamat.
Pilot yang kemudian menjadi sorotan tersebut termasuk di antara personel yang selamat dari insiden pertama itu.
Kembali Ditembak Jatuh di Wilayah Iran
Kurang dari satu bulan kemudian, pilot yang sama kembali menghadapi situasi berbahaya saat menjalankan operasi militer di wilayah udara Iran bagian barat daya.
Dalam misi tersebut, pesawat F-15E yang dia terbangkan bersama seorang petugas sistem senjata (weapon systems officer/WSO) terkena rudal darat-ke-udara yang dilaporkan merupakan rudal panggul buatan China.
Baca tanpa iklan