News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Hari ke-96 Perang Iran: Teheran Ancam Tinggalkan Meja Perundingan, AS Tetap Ultimatum Uranium

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang AS-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-96 pada Rabu (3/6/2026) dengan eskalasi baru di kawasan Teluk, serangan lintas negara, serta meningkatnya ketidakpastian mengenai masa depan perundingan damai antara Washington dan Teheran.

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah melakukan operasi yang disebut sebagai serangan "pertahanan diri" terhadap fasilitas di Pulau Qeshm, Iran.

Tak lama kemudian, media Iran melaporkan ledakan terjadi di wilayah tersebut.

Konflik juga meluas ke negara-negara Teluk lainnya.

Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat drone dan rudal yang masuk ke wilayahnya, sementara Bahrain mengaktifkan sirene peringatan sebagai langkah antisipasi.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya juga mencegat sejumlah rudal dan drone Iran.

Namun Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan berbagai aset militer Amerika Serikat di kawasan sebagai balasan atas serangan terbaru Washington.

Iran Klaim Balas Serangan Dekat Selat Hormuz

Al Jazeera melaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim yang mengutip IRGC menyebut bentrokan terbaru bermula ketika pasukan AS menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz hingga merusak ruang mesinnya.

Baca juga: Aksi Saling Balas Serangan antara AS dan Iran Buat Harga Minyak Brent Melonjak

IRGC mengklaim merespons dengan menembakkan rudal angkatan laut ke kapal yang disebut terkait AS dan Israel sebelum Amerika menyerang menara komunikasi milik Garda Revolusi di selatan Pulau Qeshm.

Iran juga mengaku meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target militer AS, termasuk pangkalan udara Amerika, markas Armada Kelima AS di Bahrain, serta sejumlah fasilitas militer lainnya di kawasan.

Namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Meski para pemimpin politik, militer, dan agama Iran terus menegaskan tidak akan melakukan "penyerahan diri" kepada Washington, kepemimpinan Iran belum sepenuhnya menutup peluang tercapainya kesepakatan diplomatik.

Rubio Tegaskan Sanksi Hanya Dicabut Jika Iran Menyerahkan Uranium

Dalam perkembangan diplomatik terbaru, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyampaikan sikap keras Washington dalam sidang Kongres.

Rubio mengatakan pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, masih hidup dan semakin aktif terlibat dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini