News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kementerian Luar Negeri RI Benarkan Ada Mahasiswa Indonesia Diperkosa di Belanda

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI membenarkan insiden pemerkosaan yang menimpa pelajar Indonesia di Belanda.

Diketahui dari berita sebuah media lokal di Belanda, WNI tersebut mengalami luka parah akibat diserang dan kemudian diperkosa pria tak dikenal pada Sabtu lalu (21/7/2018).

"Benar adanya kejadian sebagaimana diberitakan tersebut," ujar Direktur Perlindungan WNI dan badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, melalui keterangan resmi yang diterima Tribunnews.com, Senin (23/7).

Baca: Siswi SMK Diduga Diperkosa dan Dipukuli Kakak Kelas di Toilet, Orang Tua Lapor Polisi

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan KBRI Den Haag telah berkordinasi dengan otoritas setempat untuk.dapat segera meringkus pelaku.

"Sejak tadi malam Tim Perlindungan WNI KBRI Den Haag sudah di lokasi. KBRI akan terus memberikan pendampingan dan berkoordinasi dgn otoritas setempat," kata Iqbal.

Ia menyebutkan saat ini kondisi korban mengalami trauma dan sesuai permintaan keluarga, KBRI akan melindungi data diri korban.

"Keluarga meminta untuk diberikan privasi dalam kasus ini. Sesuai SOP Kemlu kami harus menjaga identitas korban," tegasnya.

Diketahui dari media lokal Belanda bernama RTV Rijnmond, korban merupakan pelajar yang mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Erasmus.

Saat usai mengunci sepeda di dekat rumahnya di Herman Bavinckstraat, dirinya diperkosa.

Korban diserang, dicekik menggunakan rantai sepeda. Dirinya ditemukan penduduk setempat usai diperkosa dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dugaan sementara korban telah diikuti sejak berada di Avenue Concordia yang berjarak lima menit dengan sepeda dari rumahnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini