Di sisi lain, berbagai upaya gencatan senjata sejauh ini gagal menghentikan pertempuran sengit antara berbagai milisi.
Human Rights Watch juga mengutuk kekerasan, menambahkan bahwa setidaknya 18 warga sipil tewas, di antaranya empat anak-anak.
Ratusan pendatang asing yang terperangkap dalam pertempuran telah dipindahkan ke berbagai fasilitas lainnya, sementara bandara kota itu ditutup selama dua hari sejak Jumat.
Libya menderita kekacauan yang tak kunjung henti sejak pasukan milisi yang didukung NATO -beberapa di antaranya saling berseteru satu sama lain- berhasil menggulingkan pemerintahan Kolonel Gaddafi pada Oktober 2011.
Baca tanpa iklan