TRIBUNNEWS.COM - Semasa Perang Dingin atau bisa disebut krisis nuklir dunia ialah fase di mana bumi sedang diambang bencana kehancuran akibat perang nuklir.
Pada masa itu dua blok adikuasa, Uni Soviet dan Amerika Serikat (AS) saling sikut memperlebar hegemoni "Komunis vs Demokrasi" nya ke negara-negara lain.
Caranya dengan berlomba-lomba membuat senjata pemusnah massal sebagai daya tekan antar keduanya.
Dikutip dari Kompas.com dan The Avionist, Kamis (27/9) salah satu usaha Soviet untuk mengangkangi AS ialah mengirim pembom nuklir strategis jarak jauhnya, Tupolev Tu-95 Bear ke wilayah udara Sekutu AS.
Baca tanpa iklan