News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kritisi Pemerintah Yangon, Myanmar Tangkap Tiga Wartawan

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Forum Jurnalis Freelance menggelang aksi demonstrasi di depan Keduataan Besar Myanmar untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Jumar (7/9/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Tiga Wartawan tengah menghadapi ancaman penjara di Myanmar, lantaran menerbitkan artikel yang mengkritisi kebijakan pemerintah Yangon, kota di negara itu.

Mereka dituduh memunculkan ketakutan di kalangan masyarakat.

Baca: Presiden Jokowi Ingin Fintech Tumbuh dan Berkembang

Dikutip dari laman NHK World, Kamis (11/10/2018), ketiganya pun kini dimasukkan ke sel setelah pemerintah Yangon mengajukan laporan kepada kepolisian setempat pada Rabu kemarin.

Sebelumnya pada awal pekan ini, ketiganya telah menerbitkan artikel yang menuding pemerintah kota itu menerapkan anggaran yang tidak tepat untuk sektor transportasi umum.

Kepala pemerintahan di kota tersebut dianggap sebagai anak didik dari seorang pemimpin de facto, Aung San Suu Kyi.

Selanjutnya, ketiga jurnalis itu akan menghadapi tuntutan penjara selama 2 tahun, jika mereka dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut.

Sementara itu Jurnalis lokal dan sejumlah kelompok Hak Asasi Internasional mengkritik keras dan menegaskan bahwa penangkapan tersebut akan menjadi kasus penindasan terakhir terhadap kebebasan berbicara di negara itu.

September lalu, dua Wartawan Reuters dijatuhi hukuman 7 tahun penjara lantaran melanggar Undang-undang (UU) tentang rahasia negara.

Saat itu mereka sedang menyelidiki pembantaian yang dilakukan terhadap Muslim Rohingya sebagai bagian dari tindakan brutal pasukan keamanan Myanmar.

Baca: Wakil Ketua KPK Ungkap Adanya Persekongkolan Jahat Dunia Usaha dan Pemerintah

Semenjak penangkapan terhadap dua Wartawan Reuters itu, Penasehat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi telah menghadapi kecaman yang meluas.

Dalam wawancaranya dengan NHK World pada awal bulan ini, ia mengklaim bahwa ada banyak kebebasan pers yang diterapkan di negara tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini