"Kami mungkin akan melapor ke ibu direktur dan bapak dirjen terkait dengan ancaman yang nyata ini, sehingga supaya bisa lebih cepat mengambil langkah dalam menyiapkan second habitat," kata Mamat.
Ia tak ingin nasib badak Jawa berakhir karena keterlambatan upaya penyelamatan.
"Seandainya suatu saat di Ujung Kulon kena letusan (Anak) Krakatau seperti tahun 1883, maka masih ada cadangan (badak Jawa) di tempat yang baru itu," pungkasnya.
Baca tanpa iklan