Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Pelayanan pertama di dunia dan pertama di Jepang seorang Pengacara Jepang mulai 19 Januari lalu membantu tenaga kerja Indonesia yang berhenti bekerja dan mau berfungsi sebagai wakil dalam menagih gaji karyawan tersebut kepada pihak perusahaan Jepang, disebut Taishoku Daikou.
"Ada Pekerja Indonesia di Jepang mungkin kesulitan saat berhenti bekerja, antara lain karena visa kerjanya harus dipindah namakan ke visa kerja Perusahaan Jepang yang baru yang akan dimasuki lalu sebagai sponsor, atau gajinya belum dibayarkan. Kita akan membantu mereka mengurus persoalan tersebut, membantu tenaga Indonesia itu mengirimkan surat tagihan gaji yang belum dibayarkan kepada Perusahaannya," papar Yusaku Mimura, pengacara Jepang khusus kepada Tribunnews.com Kamis ini (24/1/2019).
Mimura bulan Agustus 2018 lalu baru berhenti bekerja dari Kedutaan Jepang di Indonesia karena kontrak habis. Selama tiga tahun berada di Indonesia, setahun sebelumnya (2016) belajar setahun di Universitas Indonesia jurusan Hukum.
"Layanan kita membuatkan surat tagihan dari kantor pengacara ini Ogasawara Konno Rokugawa tempat saya bekerja. Dikirimkan ke Perusahaan Jepang dan biasanya mereka akan bayarkan segera gaji yang belum dibayarkan atau lembur yang belum dibayarkan kepada tenaga Indonesia," tambahnya.
Biaya pengurusan itu dikenakan 50.000 yen termasuk temu muka untuk konsultasi hukum antara tenaga Indonesia dengan Mimura.
Karena pernah tiga tahun di Indonesia, Mimura bisa berbahasa Indonesia sehingga komunikasi tidaklah susah.
Kalau pun menyangkut kosa kata hukum yang susah mungkin Mimura akan pakai bahasa Inggris atau pun dituliskan supaya mudah dimengerti dalam penjelasannya.
Apabila Perusahaan ngotot tak mau bayarkan, lalu masuk ke pengadilan maka dikenakan biaya tambahan lagi 50.000 yen plus persentase biaya untuk kantor pengacaranya dengan melihat besar kecil kasusnya pula serta jumlah uang yang terlibat.
"Kita akan lihat orangnya juga dan kasus hukumnya serta uang yang terlibat. Barulah nanti akan diputuskan berapa kira-kira tambahan biaya tersebut," papar pengacara Jepang kelahiran Wakayama ini.
Mimura yang lulusan Universitas Kansai tahun 2009 itu juga pernah jalan-jalan ke berbagai tempat di Indonesia mulai Sulawesi, Sumatera, pulau Alor, pulau seribu, pulau Komodo, Candi Borobudur dan sebagainya.
"Senang saya berada di Indonesia manusianya hangat baik mudah berkawan," tekannya lagi.
Makanan yang disukainya seperti rendang, nasi goreng bahkan pedas juga disukainya, termasuk juga gado-gado dan sebagainya.
Olahraganya seperti sepakbola dan menyelam juga disukainya dan dilakukannya selama berada di Indonesia bersama muridnya atau teman-teman Indonesianya.
Bukan hanya soal tenaga kerja, Mimura juga menyediakan diri bagi konsultasi untuk perkawinan campur antara orang Indonesia dan orang Jepang.
Baca tanpa iklan