Selama bertahun-tahun, Taher menjalankan toko pakaian di Chittagong, Bangladesh.
Tapi ia memutuskan berhenti bekerja, meski uang yang ia miliki tak begitu banyak. Akhirnya ia tergantung dengan bantuan dari anak laki-laki dan perempuannya.
"Istri saya dan diri saya sendiri harus berjuang untuk membesarkan anak laki-laki kami," kata Taher. "Tetapi setelah menikah, dia berubah dan berhenti memperhatikan orang tuanya."
Meskipun anak perempuannya membantu, Taher tetap harus berjuang.
Pria berumur 75 tahun ini mengatakan dirinya tidak memiliki pilihan selain menuntut anak laki-lakinya, Mohammad Shahjahan, agar merawatnya.
- AS klaim telah pertemukan hampir 2.000 anak migran dengan keluarga
- Dongeng anak tentang keluarga sesama jenis hebohkan Kroasia
- Dua ribu anak terpisah dari keluarga dalam enam minggu akibat kebijakan migran AS
"Ini adalah keputusan yang berat bagi saya. Semua orang sejak lama mendesak saya untuk menuntut, tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya mengambil langkah hukum ketika sudah tidak ada jalan lain."
Anak laki-lakinya menolak tuntutan tersebut.
Keduanya sudah tidak berhubungan selama puluhan tahun tetapi Shahjahan, yang bekerja sebagai bankir, mengatakan dirinya tetap membantu orang tuanya. Dia mengatakan ayahnya mengambil upaya ini hanya "untuk mempermalukannya".
Orang tua lawan anak
Ini adalah bentuk perpecahan keluarga yang dapat terjadi di mana pun, tetapi jalan keluar yang ditempuh Taher adalah tidaklah biasa.
Dia mengajukan tuntutan berdasarkan Parents Maintenance Act atau undang-undang merawat orang tua, sebuah statuta di Bangladesh yang memberikan jalan bagi orang tua melawan anak mereka yang dianggap tidak berbakti.
Banyak negara bagian Amerika Serikat dan sebagian negara Eropa juga memiliki hukum dukungan keluarga dalam buku undang-undang mereka tetapi hal ini jarang digunakan.
- Ketika warga manula Jepang memilih jadi penjahat kambuhan dan masuk penjara berulang kali
- Kisruh anak Kristen Inggris diasuh keluarga Muslim
- Keluarga Muslim cenderung memasukkan anak di sekolah Katolik
Di Asia hal ini kadang-kadang dipakai.
Peneliti layanan kesehatan Emory University, Dr Ray Serrano, menganalisis sejumlah hukum di Asia, yang berdasarkan konsep berbakti kepada orang tua atau penghormatan kepada kerabat yang lebih tua.
Dia menggambarkan hukum ini sebagai "perpanjangan tunjangan dan dukungan anak" di masyarakat yang mementingkan nilai keluarga dan masyarakat.
Baca tanpa iklan