Saat pertama kali dilihat, tidak ada keanehan pada bangunan yang terletak di 15 Salzburger Vorstadt, salah satu jalan utama Kota Braunau am Inn, Austria.
Tetapi semuanya berubah ketika terlihat pahatan batu dalam bahasa Jerman di trotoar. Pahatan itu menyebutkan jutaan orang yang menjadi korban fasisme.
Bangunan tersebut adalah tempat lahir Adolf Hitler pada 1889.
- Kisah warga Denmark yang melindungi Yahudi dan menentang Hitler
- Keganjilan di balik film propaganda 'Raza' karya Jenderal Franco
- Pemimpin Khmer Merah didakwa pengadilan bersalah atas genosida
Kasus hukum
Bangunan ini didatangi setiap tahun oleh kelompok-kelompok neo-Nazi untuk merayakan ulang tahun Hitler.
Gedung tersebut dimiliki pemerintah Austria sejak 2016, ketika bangunan itu dibeli seharga US$350.000 atau Rp4,9 miliar. Saat itu, pemerintah mengumumkan rencana untuk merubuhkannya.
- Stalin mata-matai dan menganalisa tinja Mao Zedong
- Donald Trump kutip Mussolini dalam twitternya
- Pengakuan mantan agen CIA yang menginterogasi Saddam Hussein
Tetapi pemilik sebelumnya, Gerlinde Pommer, menuntut pemerintah dan sejak saat itu terjadi sengketa hukum.
Pada awal pekan ini, pengadilan Ried im Innkreis memutuskan pemerintah untuk membayar dana tambahan US$1,7 juta atau Rp23 miliar - dan keputusan tersebut menyebutkan arti penting sejarah tempat tersebut yang menyebabkan peningkatan harga.
Meskipun demikian, 15 Salzburger Vorstadt hanyalah salah satu contoh alamat yang melibatkan warisan kontroversial sejumlah tokoh dunia. Berikut ini delapan tempat lainnya:
Makam Benito Mussolini - Predappio, Italia
Sama seperti neo-Nazi merayakan kelahiran Hitler di Braunau am Inn, pemimpin fasis Italia, Benito Mussolini mendapatkan perlakuan yang sama.
Puluhan ribu orang datang tiga kali setahun ke kota kecil di utara Predappio, tempat lahir Mussolini.
Tempat yang paling populer adalah mausoleum pemimpin itu di pemakaman San Cassiano.
Pendukung Mussolini bukan hanya memperingati kelahirannya (29 Juli 1883) dan kematiannya (dibunuh kerumunan orang pada 28 April 1945), mereka juga merayakan "March on Rome" pada 1922 yang menandai naiknya fasisme sebagai ideologi berkuasa di Italia.
Berbeda dengan Jerman, di mana terdapat hukum ketat terkait warisan Nazi, Italia memiliki hubungan yang lebih longgar terkait dengan warisan Mussolini.
Rumah Pol Pot - Siem Reap, Kamboja
Sebagai pimpinan Partai Komunis Kampuchea (nama Kamboja dari 1976), Pol Pot memimpin operasi pembunuhan massal pada 1970-an dan kerja paksa yang kemungkinan menewaskan sampai tiga juta orang di negara Asia tenggara itu.
Baca tanpa iklan