Menurut pemerintah Sri Lanka, sebagian besar terduga pelaku "sangat terdidik" dan berasal daru keluarga "kelas menengah atau kelas atas".
Terduga lain pernah belajar di Inggris, kata seorang pejabat pemerintah Inggris kepada BBC.
Abdul Latif Jamil Mohammed mengambil jurusan teknik penerbangan di Universitas Kingston tahun 2006-2007 tetapi tidak sampai menyelesaikannya.
Dalam jumpa pers pada Jumat (26/04), Presiden Maithripala Sirisena mengatakan sekitar 130 orang yang diduga mempunyai kaitan dengan ISIS diketahui berada di Sri Lanka, 70 di antara mereka masih buron.
"Polisi memburu mereka," kata Sirisena.
Pihak berwenang menuduh kelompok garis keras setempat yang tidak terkenal, National Thowheed Jamath, bertanggung jawab atas serangan itu.
Baca tanpa iklan