News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Industri halal: sekadar label atau gaya hidup?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi syariah sebagai sumber kesejahteraan umat," ujarnya.

Dia menjelaskan ekonomi syariah memiliki potensi besar di tingkat global, diperkirakan jumlahnya pada 2023 akan mencapai US$3 triliun, sekitar Rp 45 ribu triliun rupiah.

"Ini sebuah kekuatan besar yang harus dilihat dan harus kita mulai pikirkan untuk mengambil kue ekonomi yang begitu besar ini," kata dia.

Kajian bertajuk The State of The Global Islamic Economies 2018-2019 melaporkan, total belanja masyarakat muslim dunia pada tahun 2017 di berbagai sektor halal seperti makan minuman halal, farmasi dan kosmetik halal, busana dan wisata halal, media hiburan halal, dan keuangan syariah mencapai US$ 2,1 triliun.

Angka itu setara 0,27 persen dari total produk bruto dunia.

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga mencapai US$ 3 triliun pada 2023, linier dengan pertumbuhan penduduk muslim dunia.

"Saatnya sudah tiba bagi kita untuk membangkitkan potensi ekonomi syariah di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia karena kita memang negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia."

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, dalam konteks Indonesia, banyak kontribusi yang bisa dihasilkan dan diberikan dari sektor halal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat jumlah populasi muslim di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia.

Sayangnya, populasi tersebut masih menjadi konsumen. Padahal Indonesia bisa memiliki peran lebih sebagai produsen dan eksportir terbesar dari produk dan jasa halal dunia.

Dia melanjutkan, pengembangan ekonomi syariah bukan hanya pengembangan keuangan, tapi juga melibatkan berbagai sektor lainnya sebagai integrasi sistem ekonomi berlandaskan syariah.

Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan agar pertumbuhan di sektor keuangan syariah memiliki dampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil, fokus utama dalam perkembangan ekonomi Islam.

Kendala yang dihadapi

Bambang Brodjonegoro menjelaskan lemahnya regulasi dan fasilitas menyebabkan pengembangan ekonomi syariah di dalam negeri terkendala.

"Bahkan cenderung tumpang tindih," ujarnya.

Selain itu, rendahnya pemahaman masyarakat akan produk dan jasa halal, rendahnya keterhubungan sektor keuangan syariah sebagai bahan bakar potensial dari industri halal, belum mampunya level produksi memenuhi peningkatan konsumsi dalam negeri akan produk halal, tata kelola yang belum baik, belum optimalnya pemanfaatan teknologi, serta standar halal yang belum dapat menyesuaian kebutuhan baik di level nasional maupun global.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini