News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PM Benjamin Netanyahu berjanji akan memperluas kedaulatan Israel dengan mencaplok Lembah Yordania

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan mencaplok sebagian wilayah pendudukan di Tepi Barat jika ia kembali terpilih sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum pekan depan.

Ia akan menerapkan "kedaulatan Israel atas Lembah Yordania dan Laut Mati bagian utara", sebuah kebijakan yang pasti akan didukung oleh partai-partai sayap kanan yang dukungannya akan ia perlukan untuk koalisi.

Diplomat Palestina, Saeb Erekat, mengatakan bahwa aksi pencaplokan akan "mengubur kesempatan damai".

Israel telah menduduki wilayah Tepi Barat sejak 1967 namun tidak sampai mencaplok kawasan tersebut.

Netanyahu, pemimpin partai sayap kanan Likud, tengah berkampanye menjelang pemilu Selasa depan. Hasil survei menunjukkan partainya bersaing ketat dengan oposisi, Partai Biru dan Putih, dan mungkin akan kesulitan membentuk koalisi pemerintahan.

Pihak Palestina mengklaim seluruh kawasan Tepi Barat untuk menjadi bagian dari negara independen mereka di masa depan. Netanyahu sebelumnya bersikeras bahwa Israel akan selalu mempertahankan kehadirannya di Lembah Yordania untuk tujuan keamanan.

Apa kata Netanyahu?

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, perdana menteri Israel itu mengatakan: "Ada satu tempat di mana kita bisa menerapkan kedaulatan Israel segera setelah pemilu digelar.

"Jika saya menerima dari Anda, warga Israel, mandat untuk melakukannya... hari ini saya umumkan niat saya bersama formasi pemerintahan yang berikutnya untuk menerapkan kedualatan Israel atas Lembah Yordania dan Laut Mati bagian utara."

Netanyahu juga mengatakan bahwa ia akan mencaplok seluruh kawasan permukiman warga Yahudi di Tepi Barat, tapi hal itu akan dilakukan setelah penerbitan rencana Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdamaian antara Palestina dan Israel yang telah lama dinantikan.

Netanyahu mengatakan bahwa apa yang disebut sebagai 'Kesepakatan Abad Ini' mungkin akan diterbitkan beberapa hari setelah pemilu dan meperingatkan bahwa oposisinya dari Partai Biru dan Putih tak akan mampu menangani kebijakannya.

Kemudian, Netanyahu dibawa keluar panggung dan dibawa ke sebuah penampungan ketika kampanye di sisi selatan Kota Ashdod itu diinterupsi bunyi sirene yang menandakan kemungkinan tembakan roket dari Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa dua roket berhasil dicegat oleh sistem Iron Dome.

Apa yang dikatakan pihak Palestina?

Dalam pernyataan sebelum janji Netanyahu diumumkan, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut Netanyahu sebagai "perusak utama proses perdamaian".

Mohammad Shtayyeh menyebut Netanyahu sebagai "perusak utama proses perdamaian"

Hal yang sama digaungkan pejabat senior Palestina Hanan Ashrawi. Ia mengatakan kepada AFP bahwa Netanyahu "tidak hanya menghancurkan solusi dua-negara, ia (juga) menghancurkan semua kesempatan damai. Ini mengubah seluruh arah 'permainan'".

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini