Dia kemudian mencampur remasan kedelai dengan air, dan mengambil sarinya dalam konsentrasi yang tepat untuk dijadikan tinta.
Setelah itu dengan hati-hati, dia mengoleskan tinta itu di washi (kertas tipis), dan membiarkannya hingga kering untuk memastikan "tintanya" bekerja.
Hasil penulisan aburadashi itulah yang sangat mengesankan dosennya, Yamada.
Bagi yang menggemari budaya Jepang silakan bergabung ke WAG Pecinta Jepang dengan kirim email ke: info@jepang.com
Baca tanpa iklan