TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Perdana Menteri China Li Keqiang meminta bantuan Uni Eropa untuk membantu penanganan wabah virus Corona di negaranya.
China meminta bantuan Uni Eropa untuk menyediakan perlengkapan medis.
Seperti dikutip dari CNN, Sabtu (1/2/2020), Li Keqiang menelepon Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen.
Dalam pembicaraan tersebut Li mengatakan keinginan untuk membeli perlengkapan medis dari negara-negara anggota Uni Eropa melalui jaringan komersial.
"Dan kami bersedia memperkuat pertukaran informasi, peraturan, dan teknis dan bekerjasama dengan komunitas internasional, termasuk Uni Eropa," ujar Li kepada von der Leyen dilansir oleh CNN.
Dalam sambungan telepon itu, Li Keqiang juga mengatakan kepada von der Leyen, pemerintah China selalu mengutamakan keamanan dan kesehatan warganya.
Li mengatakan pemerintah China saat ini berusaha mencegah dan mengendalikan wabah secara transparan dan sesuai aturan.
Baca: Kisah Evakuasi Warga Singapura dari Wuhan: Sehat Saat Terbang, Demam Menggigil Setiba di Bandara
Baca: BREAKING NEWS WNI dari China Tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Aktivitas Penerbangan Berjalan Normal
"Pekerjaan kami saat ini adalah membatasi penyebaran dan merawat pasien, serta menjamin tataran kehidupan masyarakat China dan orang asing di China," kata Li.
Menanggapi permintaan tersebut, Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa akan mengusahakan yang terbaik dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu China.
Jemput Warga Hubei
Pemerintah China menjemput warga negaranya yang berasal dari Provinsi Hubei di sejumlah negara.
Warga Hubei tersebut terdampar di luar negeri karena provinsi mereka diisolasi sejak pekan lalu akibat wabah virus Corona.
Pemerintah China mengirimkan pesawat sewaan ke Bangkok, Thailand dan Kota Kinabalu, Malaysia.
Jumlah warga Hubei yang dijemput pada jemputan pertama ini adalah 199 orang.
Baca: UPDATE Virus Corona: 27 Negara Terjangkit, 304 Meninggal, 14.548 Positif Terinfeksi, 332 Sembuh
Baca: Warga Tolak Karantina WNI di Natuna, Kemenkes: Jangan Berlebihan Anggap Virus Corona Mematikan
Mereka menggunakan dua pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan Xiamen Airlines.
Baca tanpa iklan