News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Pakar Kritik Angka Infeksi Covid-19 Rusia Rendah

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin

"Saya ingin menggarisbawahi (maksudnya) penyebaran corona secara besar-besaran dan penyebaran infeksi di Rusia," kata Putin.

Vladmir Putin (YouTube)

Tidak bisa dipungkiri, Rusia cepat tanggap menanggulangi pandemi Covid-19 ini.

Lepas kabar pecahnya virus corona di China pada Januari lalu, Rusia dengan cepat menutup perbatasannya yang luas di area darat.

Sejak Februari lalu pemerintah Rusia juga telah melarang kedatagan turis dari Tiongkok.

Upaya pencegahan infeksi terbarunya adalah megarantina semua warga asing yang berasal dari negara terjangkit.

Prediksi Lain

Juru bicara Aliansi Dokter Rusia, Ivan Konovalov mengatakan langkah-langkah ini tidak efektif menghalangi penyebaran penyakit ini.

Dia menyebut pemerintah mungkin saja menggunakan dalih sakit pneumonia untuk menutupi kasus Covid-19.

"Menurut beberapa sumber, jumlah kasus corona sedang disembunyikan dan dialihnamakan dengan pneumonia yang ditularkan di masyarakat," katanya mengutip dari NBC News.

"Pasien didiagnosis dengan 'pneumonia' tanpa dites untuk virus corona, yang bisa menyebabkannya," tambahnya.

Pada 13 Maret, badan statistik negara Rusia melaporkan peningkatan 37 persen kasus pneumonia di Ibukota Moskow, sama dengan Januari lalu.

Namun pemerintah Moskow mengeluarkan pernyataan kontradiktif pada hari itu.

Mereka menyebut ada penurunan kasus 7 persen pada Januari.

Saat disinggung terkait hal ini, otoritas keamanan konsumen Rospotrebnadzor Rusia memilih untuk tidak menanggapi hal ini.

Sama halnya dengan yang dilakukan otoritas Departemen Kesehatan Moskow.

Pakar kewarganegaraan Rusia dari King's College di London mengatakan, dia "berharap" langkah-langkah pemerintah Rusia telah menurunkan angka infeksi.

Namun dia percaya bukti jurnalistik dan anekdotal menunjukkan tingkat infeksi yang mungkin lebih tinggi dan signifikan.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini