News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Jumlah Positif Covid-19 di Spanyol Lampaui China

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Unit Darurat Militer (UME) melakukan desinfeksi umum di binatu fasilitas perawatan yang diperpanjang Sant Antoni di Barcelona. Spanyol. Jum'at (27 Maret 2020). Korban tewas di Spanyol melonjak lebih dari 4.800 hari ini setelah 769 orang meninggal dalam 24 jam, dalam angka rekor satu hari untuk kematian, kata pemerintah. Spanyol memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia, dan sejauh ini menderita 4.858 kematian, sementara jumlah kasus melonjak menjadi 64.059. (AFP/Josep LAGO)

TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Spanyol menjadi negara ketiga tertinggi jumlah kasus infeksi virus corona (Covid-19) di dunia, pada Senin (30/3/2020).

Bahkan Spanyol telah melampaui China, negara pertama kali virus ini ditemukan pada akhir 2019.

Per Senin (30/3/2020), Spanyol mencatat 85.195 kasus yang didiagnosis Covid-19, terhitung sejak wabah mulai melanda negara itu.

Sementara, 812 orang tewas setelah tertular virus ini periode Minggu-Senin. Sehingga kini total korban tewas di Spanyol menjadi 7.340 orang.

Baca: Pemudik yang Nekat Pulang ke Solo Bakal Dikarantina 14 Hari, Ini Lokasinya

Baca: Ketua MUI Ajak Warga Tangsel Berdonasi Bantu Kaum Dhuafa yang Tak Bisa Kerja karena Corona

"Spanyol mengonfirmasi total 85.195 kasus, naik dari 78.797 dari angka kemarin," demikian peryataan Kementerian Kesehatan Spanyol.

Dalam pidatonya di televisi, pada Sabtu malam (28/3/2020), Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, mengumumkan, semua pekerja harus tinggal di rumah selama dua minggu.

Keputusan Lockdown total ini merupakan langkah terbaru pemerintah dalam perang melawan virus corona.

Pedro Sanchez mengatakan para pekerja akan tetap menerima gaji seperti biasa.

Serikat pekerja menyambut baik langkah-langkah tersebut, dan akan mematuhi aturan baru pemerintah.

Di Madrid, jalan-jalan sepi pada Minggu (29/3/2020) pagi, ketika polisi melakukan patroli, menghentikan bus, mobil untuk memeriksa para penumpang dan alasan mereka keluar dari rumah.

Sekolah, bar, restoran, dan toko-toko yang menjual barang-barang yang bukan kebutuhan pokok telah ditutup sejak 14 Maret lalu.

Tertinggi

Kini Spanyol bersama dengan Amerika Serikat (142.793) dan Italia tercatat sebagai tiga negara tertinggi jumlah kasus positif Covid-19.

Berdasarkan data worldometers, Senin (30/3/2020), Amerika Serikat berada di posisi puncak 142.793 kasus.

Kemudian disusul berturut-turut Italia 97.689 kasus dan Spanyol 85.195 kasus.

Sementara China berada di posisi keempat, dengan angka 81.470 kasus.

AS memiliki 142.793 kasus positif Covid-19, sementara Italia memiliki hampir 100.000 kasus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini