News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

FAKTA Status Lockdown Wuhan Berakhir, Profesor Harvard Ingatkan Gelombang Ke-2 Infeksi Virus Corona

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wuhan, episentrum wabah virus corona muncul pertama kali telah melonggarkan lockdown pada 8 April 2020. Kurang lebih 11 juta penduduk dikarantina selama 76 hari demi menekan penyebaran virus corona. Terkait hal ini, para ahli berhati-hati dan memperingatkan kemungkinan gelombang wabah virus corona kedua

- Warga Wuhan Diizinkan Meninggalkan Daerah

Lebih lanjut, warga Wuhan sekarang memperoleh izin untuk meninggalkan daerah tersebut.

Tetapi, para warga harus menunjukkan catatan kesehatan mereka kepada pihak berwenang.

Untuk itu, pemerintah terkait meluncurkan aplikasi telepon agar dapat membuktikan bahwa warga yang berpergian tidak menyebarkan infeksi, sakit, atau melakukan kontak dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Bila mereka menunjukkan gejala, maka harus tetap berada dalam karantina.

- Sekolah Ditutup

Menurut pemerintah Hubei, sekolah, termasuk sekolah dasar hingga perguruan tinggi belum akan dibuka kembali.

- Pakar Kesehatan Memantau Kota

Secara terpisah, para pakar kesehatan akan memantau dengan cermat untuk melihat apakah ada kasus baru yang muncul setelah tindaka lockdown tersebut dicabut.

Wuhan, episentrum wabah virus corona muncul pertama kali telah melonggarkan lockdown pada 8 April 2020. Kurang lebih 11 juta penduduk dikarantina selama 76 hari demi menekan penyebaran virus corona. Terkait hal ini, para ahli berhati-hati dan memperingatkan kemungkinan gelombang wabah virus corona kedua

Profersor Epidemiologi Harvard Angkat Bicara

Lebih jauh, Profesor epidemiologi dari Harvard TH Chan School og Public Health, Megan Murray angkat bicara mengenai kasus infeksi virus corona.

Menurutnya, kasus infeksi virus corona dapat bangkit kembali.

Tapi hal ini tergantung seberapa kekebalan tubuh seseorang dalam populasi.

"Kami pikir akan ada setidaknya satu masa kekebalan setelah infeksi," kata Murray.

"Itu akan memberi tahu kita lebih banyak mengenai seberapa memungkinkannya Covid-19 terulang lagi," tambah Murray.

Baca: Ekuador Kewalahan Tangani Korban Meninggal Covid-19, Mayat Ditinggalkan di Jalan

Baca: Update Virus Corona: Harvard, WHO, & Peneliti Australia Sebut Indonesia Seharusnya Sudah Terinfeksi

Lebih lanjut, Murray mengatakan, kemungkinan akan ada gelombang kedua dan lebih banyak kasus.

Tetapi sulit untuk memprediksi tingkat keparahan gelombang kedua.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini