News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

WHO Imbau agar Negara-negara Waspadai Puncak Kedua Wabah Corona

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Miftah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang lelaki memberi makan merpati di Piazza del Duomo di Milan. Senin (4/5/2020). Ketika Italia mulai mengurangi pengunciannya (lockdown), kesempatan tersebut dimanfaatkan Orang-orang Italia untuk berjalan-jalan dan mengunjungi kerabat untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu. Italia merupakan negara yang paling terpukul di Eropa dalam penguncian nasional terlama di dunia. (AFP/Miguel MEDINA) (AFP/Miguel MEDINA)

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara dengan infeksi corona yang menurun untuk mewaspadai puncak kedua pandemi.

WHO menekankan risiko ini mungkin terjadi bila negara telalu cepat melonggarkan pembatasan.

Kepala kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan menegaskan bahwa dunia masih berada di tengah gelombang pertama wabah pada konferensi online pada Senin (25/5/2020) lalu.

Sejumlah negara Eropa yang memberlakukan penguncian ketat telah mengalami penurunan angka infeksi.

Namun lonjakan demi lonjakan masih terjadi di Amerika Tengah dan Selatan, Asia Selatan, dan Afrika, sebagaimana dikutip dari CNBC

Baca: WHO Tunda Uji Coba Obat Hidroksiklorokuin untuk Pengobatan Virus Corona

Baca: WHO Prihatin Negara Berkembang Alami Peningkatan Kasus Infeksi Corona

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (VOA)

Ryan mengatakan epidemi datang secara bergelombang.

Ini berarti wabah mungkin kembali akhir tahun ini di tempat-tempat yang sudah lolos dari gelombang pertama.

Selain itu ada kemungkinan tingkat infeksi akan naik lebih cepat jika langkah pelonggaran pada gelombang pertama terlalu cepat dilakukan.

"Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua secara klasik apa yang sering kita maksudkan adalah akan ada gelombang pertama penyakit dengan sendirinya, dan kemudian muncul kembali berbulan-bulan kemudian."

"Dan itu mungkin menjadi kenyataan bagi banyak negara dalam waktu beberapa bulan," kata Ryan.

Oleh karena itu Ryan mengimbau agar negara tidak terlena dengan angka yang terus menurun.

"Kita juga harus menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak kapan saja."

"Kita tidak dapat membuat asumsi bahwa hanya karena penyakit ini sedang dalam perjalanan turun sekarang akan terus turun dan kita mendapatkan sejumlah bulan untuk bersiap-siap untuk gelombang kedua."

"Kita mungkin mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini," jelas Ryan.

Dia mengatakan negara Eropa dan Amerika Utara harus memperhatikan kesehatan masyarakat, langkah sosial, pengawasan, dan pengujian yang komprehensif.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini