News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Lebih dari 1.500 Pekerja Rumah Jagal Hewan Terpapar Corona, Jerman Terpaksa Lockdown Lagi Wilayahnya

Penulis: Inza Maliana
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lebih dari 1.500 pekerja dinyatakan positif Covid-19 di sebuah rumah jagal atau pemotongan hewan dari pabrik milik keluarga Tonnies di Jerman utara.

Jerman telah dipuji secara luas atas tanggapannya terhadap pandemi virus corona, setelah menerapkan langkah-langkah pengujian, penelusuran dan persiapan rumah sakit.

Karyawan perusahaan tekstil Zender Germany GmbH, pemasok otomotif, membuat topeng pelindung (masker) untuk digunakan di tengah pandemi coronavirus baru di Osnabrueck. Jerman, Senin (6/4/2020).  (AFP/FRISO GENTSCH)

Baca: Jerman Perpanjang Peringatan Perjalanan bagi 160 Negara

Jumlah kematian yang dilaporkan terkait dengan Covid-19 di Jerman adalah 8.909 - hampir lima kali lebih rendah dari Inggris.

Sebelumnya diberitakan, buntut wabah Covid-19 di antara para pekerja rumah jagal, Menteri Tenaga Kerja Hubertus Heil mengambil kebijakan penting.

Ia memutuskan untuk melarang subkontrak pekerjaan pengepakan daging melalui agen ketenagakerjaan.

Adapun perusahaan Toennies mengatakan, dalam sebuah pernyataan, pembukaan kembali pabrik akan tergantung pada keputusan pihak berwenang.

Lebih dari 1.500 pekerja dinyatakan positif Covid-19 di sebuah rumah jagal atau pemotongan hewan dari pabrik milik keluarga Tonnies di Jerman utara. (Sky News)

Baca: Jumlah Kasus Virus Corona Capai 9 Juta di Dunia, WHO Peringatkan Penyebaran Wabah Semakin Cepat

Seorang juru bicara perusahaan Toennies, Andre Vielstadte, menyampaikan permintaan maafnya.

"Kami hanya dapat meminta maaf," ujarnya dalam konferensi pers.

Dia menambahkan, pabriknya telah bekerja secara intensif untuk menjaga virus agar tak keluar dari perusahaan.

Perusahaan mengatakan akan ada tes positif untuk melakukan pengujian yang luas di 19 pabriknya di Jerman.

"Tes di pabrik lain tidak menemukan tanda-tanda virus dan produksi di tempat lain terus berlanjut," katanya.

(Tribunnews.com/Maliana)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini