News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

POPULER INTERNASIONAL: Lansia 77 Tahun Pimpin Sekte Seks hingga Palestina Ancam Google dan Apple

Penulis: garudea prabawati
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk mengeluarkan karavan yang digunakan untuk fasilitas sekolah baru Palestina di Susia, Hebron di Tepi Barat. Rabu (19/02/2020)Pihak berwenang Israel mengatakan proyek sekolah campuran berada di daerah C dan Oleh karena itu diperlukan izin Israel untuk membangun pembangunan baru, menurut kepala otoritas pendidikan lokal di Yatta di Tepi Barat selatan. (HAZEM BADER/AFP)

Dia mengancam akan menuntut Apple dan Google ke ranah hukum bila terus berlanjut.

Bahkan Al Maliki mengaku Palestina sedang menyiapkan pengajuan kasus penghapusan itu ke ranah internasional.

Menurutnya, bukan hal sulit mengadili para pejabat di kedua perusahaan teknologi itu.

Baca selengkapnya >>>>>>>>>>

2. Banyak Gadis jadi Korban Kultus Seks yang Dipimpin Pria Lansia, Disiksa bahkan Menari tanpa Busana

Sebuah markas besar kultus seks telah digerebek polisi.

Petugas menyerbu markas besar kelompok tersebut di Novara dekat Milan, Italia, pada Minggu (19/7/2020).

Penyerbuan dilakukan atas dugaan perbudakan dan pelecehan seksual.

Rupanya Kultus Seks tersebut dipimpin oleh seorang pria berusia 77 tahun yang dijuluki 'The Doctor', dan kini telah ditemukan oleh polisi.

Dilansir The Sun, polisi mengatakan, pemimpin kultus yang merupakan seorang lansia tersebut, memanfaatkan kultus sebagai bisnis.

Termasuk sekolah dansa untuk memikat dan mencuci otak perempuan muda.

Organisasi itu memiliki struktur piramida, di mana mengurutkan siapa pengikut paling setia bekerja sama dengan The Doctor, kata polisi.

Para wanita menyembah pemimpin mereka dan saling menyebut satu sama lain sebagai 'binatang buas'.

Para wanita tersebut dilarang untuk menyebutkan nama mereka.

Polisi gerebek markas besar Kultus Seks / para korban yang merupakan gadis saat menari tanpa busana (Kredit: Markas Besar Kepolisian Novara (Via The Sun)

Mereka juga dipaksa untuk memutuskan semua ikatan dengan keluarga mereka dan meyakinkan orang lain untuk bergabung.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini