TRIBUNNEWS.COM - Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, turut buka suara tentang penilaian Presiden AS Donald Trump terhadap pandemi virus corona baru-baru ini.
Pada Jumat (11/9/2020), Fauci mengaku tidak setuju dengan penilaian Donald Trump yang mengatakan AS "mengambil jalan pintas" tentang pandemi virus corona.
Alasannya, Direktur National Institutes of Allergy and Infectious Diseases ini mengatakan, Amerika Serikat memulai 'musim Covid-19' dengan garis dasar yang tinggi.
Yakni sekitar 40.000 kasus baru setiap hari dan kematian rata-rata sekitar 1.000 setiap hari.
Baca: Pakar Penyakit Menular, Anthony Fauci, Menentang Rencana Donald Trump Membuka Kembali Amerika
Baca: Donald Trump Rupanya Sengaja Remehkan Bahaya Covid-19, Akui Tak Ingin Warga AS Panik dan Takut
Namun, Trump yang kerap meremehkan tingkat keparahan virus sejak awal mengaku yakin, Amerika Serikat "sedang berada di jalan pintas" dalam krisis Covid-19 pada Kamis (10/9/2020).
"Saya tidak setuju dengan itu (pernyataan Trump), jika melihat hal yang baru saja disebutkan."
"Statistiknya (data kasus Covid-19 di AS) benar-benar mengganggu," kata Fauci di MSNBC, dikutip dari CNA, Sabtu (12/9/2020).
"Jika berbicara tentang kembali ke tingkat normalitas seperti sebelum Covid-19, itu akan terjadi pada 2021, bahkan mungkin menjelang akhir 2021," katanya.
Baca: Amerika Serikat Ogah Gabung dengan WHO Soal Vaksin Covid-19: Kami Tak Mau Dibatasi
Baca: Amerika Serikat Izinkan Terapi Plasma Daran untuk Pengobatan Covid-19
Fauci berharap, negara tidak melihat lonjakan kasus setelah akhir pekan Hari Buruh pada 7 September kemarin.
Sebab lonjakan sebelumnya juga terjadi, setelah akhir pekan libur panjang lainnya sejak Mei lalu.
"Penting untuk menurunkan tingkat infeksi tersebut sebelum musim gugur dan musim dingin."
"Ketika orang akan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan."
"Anda tidak ingin memulai dengan data kasus Covid-19 yang begitu tinggi," kata Fauci.
Fauci juga menyinggung tentang kampanye di luar ruangan yang dilakukan kedua kubu Donald Trump dan Joe Biden menjelang pemilu 3 November mendatang.
Baca: CDC Keluarkan Peringatan Perjalanan Level 3, Warga Amerika Serikat Diminta Tak Pergi ke Indonesia
Baca: CDC Minta Pejabat Kesehatan di AS Mempersiapkan Distribusi Vaksin Covid-19 pada Akhir Oktober
Ia menuturkan, kampanye tersebut "benar-benar" berisiko.
"Hanya karena Anda berada di luar ruangan tidak berarti Anda terlindungi, terutama jika Anda berada di tengah keramaian dan Anda tidak mengenakan masker," ungkapnya.
Adapun Fauci membantah, pemerintah menekannya untuk tetap diam berkomentar terkait pandemi.
"Siapa pun yang mencoba memberi tahu saya apa yang harus saya katakan di depan umum."
"Jika mereka tahu sesuatu tentang saya, maka akan menyadari itu adalah tugas bodoh," kata Fauci.
"Tidak ada yang akan menekan saya atau membungkam saya untuk mengatakan sesuatu di depan umum," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Trump berterima kasih kepada masyarakat Amerika dan pejabat Gedung Putih atas upaya mereka selama pandemi.
Baca: Hasil Survei: Warga Jerman Lebih Takut Donald Trump Daripada Virus Corona
Pada hari Kamis, dia mengaku yakin, AS sedang berada di 'jalan pintas' mengatasi pandemi.
Presiden menyoroti kemajuan bangsa dan menyatakan setiap orang telah melakukan pekerjaan yang hebat.
Dia mencatat lebih dari 10 juta pekerjaan telah ditambahkan selama empat bulan terakhir.
Dia melanjutkan, negara tengah melihat pemulihan pasar tenaga kerja tercepat dari krisis ekonomi.
"Anda tidak mendengar hal-hal ini, Anda tidak mendengar statistik ini, tetapi Amerika Serikat telah melakukannya dengan sangat baik."
"Sangat bangga dengan semua orang yang mengerjakan ini. Bahkan tidak membahas vaksin dan tidak membahas terapi, kami sudah berada di jalan pintas," ujar Trump.
Presiden Trump juga mencatat kasus virus corona mingguan baru telah menurun sebesar 44 persen sejak Juli.
Sementara kematian telah menurun sebesar 20 persen dibandingkan minggu lalu.
(Tribunnews.com/Maliana)