Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Pihak berwenang Amerika Serikat menyita amplop berisi zat yang diidentifikasi sebagai racun risin.
Amplop tersebut ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.
Surat itu ditemukan awal pekan ini dan tidak sampai ke Gedung Putih, menurut New York Times dan CNN, Minggu (20/9/2020).
The Times melaporkan, surat itu dikirim dari Kanada.
Baca: Ini Jenis Racun yang Dikirim ke Kantor Presiden AS Donald Trump, Jika Dihirup Langsung Bikin Tewas
Surat yang ditujukan ke Gedung Putih, pertama kali diperiksa dan disortir di luar Washington.
CNN mengatakan isi amplop diuji berulang kali di satu lokasi dan dikonfirmasi mengandung racun risin.
Baca: Donald Trump Dapat Kiriman Amplop Beracun, Begini Nasibnya Sekarang
"FBI dan Dinas Rahasia AS dan mitra Layanan Inspeksi Pos AS sedang menyelidiki surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemerintah AS," kata FBI di Washington dalam sebuah pernyataan.
Pihak berwenang yang dihubungi oleh AFP menolak untuk membahas lebih detail insiden tersebut.
Baca: Paket Isi Racun untuk Donald Trump Dikirim ke Gedung Putih, Racunnya Bisa Membunuh dalam 48 Jam
Risin adalah senyawa alami yang bersifat racun dan merupakan produk sampingan dari pengolahan biji buah jarak.
Jika terhirup, disuntikkan, atau tertelan racun ini bisa langsung membunuh orang tersebut.
Menurut laporan CNN pada 4 Maret 2019, kurang dari satu titik risin dapat membunuh seseorang dalam waktu 36 hingga 48 jam.
Korban akan mengalami kegagalan sistem pernapasan dan gangguan pada peredaran darah.
Biasanya racun ini diberikan guna menteror seseorang yang ditargetkan.
Risin bisa berbentuk bubuk, pelet, asap, atau asam.
Baca tanpa iklan