News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Mengatakan Ungkap Dirinya Pantas Mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian, Mengapa?

Editor: Talitha Desena Darenti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WASHINGTON, DC - JULI 07: Presiden AS Donald Trump bertemu dengan siswa, guru, dan administrator tentang cara membuka kembali sekolah dengan aman selama pandemi coronavirus baru di Ruang Timur di Gedung Putih pada 07 Juli 2020 di Washington, DC. Keponakan Trump menulis buku yang mengurai bahwa Trump sudah terbiasa berbuat curang sepanjang hidupnya.

TRIBUNNEWS.COM - Penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian akan diumumkan Jumat 9 Oktober 2020.

Penghargaan Nobel adalah penghargaan yang diinisiasi oleh Afred Nobel pada tahun 1895.

Nobel Perdamaian merupakan satu 6 penghargaan lainnya yang juga tak kalah bergengsi.

Yang meliputi bidang fisika, kimia, sastra, kedokteran atau psikologi dan ilmu ekonomi.

Menurut TIME Magazine, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa kali menyatakan bahwa dia pantas memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Bahkan pada rapat umum bulan Januari 2020 di Toledo, Ohio, Presiden Trump mengatakan bahwa Hadiah Nobel 2019 seharusnya diberikan padanya.

Baca juga: Kesehatan Donald Trump Pasca Dinyatakan Positif Covid-19 Jadi Tanda Tanya, Kekeuh Ingin Kampanye

Baca juga: Kapan Virus Corona Berakhir? Akhirnya Titik Terang Ending Covid-19 Diungkap Ilmuwan Peraih Nobel Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol ketika berjalan menuju ke Marine One untuk berangkat ke Rumah Sakit Militer Walter Reed setelah mengumumkan dia positif Covid-19 pada 2 Oktober 2020. Trump menyatakan dia akan menghabiskan beberapa hari ke depan untuk menjalani perawatan sembari tetap bekerja.(AFP PHOTO/SAUL LOEB) (AFP PHOTO/SAUL LOEB)

Hadiah Nobel Perdamaian 2020 diberikan kepada Presiden Ethiopia, Abiy Ahmed.

Selain itu, pada tahun 2018, Trump juga mengatakan bahwa dirinya pantas mendapatkan penghargaan tersebut.

Trump mengatakan hal tersebut karena merasa berjasa atas upayanya meyakinkan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un untuk menyerahkan senjata nuklir.

Namun, laporan rahasia PBB baru-baru ini menunjukkan bahwa Korea Utara masih terus melanjutkan program senjata nuklirnya.

HALAMAN SELANJUTNYA ======>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini