News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Skylark Group Akan Menutup 200 Tokonya di Jepang Dampak Pandemi Covid-19

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Situs Skylark Group Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Skylark  Holdings, kelompok usaha  restoran keluarga terbesar di jepang dan memiliki pula usaha patungan dengan sebuah konglomerat di Indonesia, secara resmi mengumumkan Kamis ini (12/11/2020) akan menutup sekitar 200 toko yang tidak menguntungkan pada akhir tahun depan untuk memulihkan kinerja bisnisnya, yang telah merosot akibat dampak virus corona baru.

"Meskipun demikian hal tersebut tidak mengurangi jumlah karyawan akibat penutupan toko, melainkan akan mempertahankan lapangan kerja dengan cara relokasi," ungkap Makoto Tani Chairman dan CEO Skylark Holdings Co.Ltd Kamis ini (12/11/2020).

Hasil keuangannya selama sembilan bulan dari Januari hingga September, dan laba rugi akhir berubah dari surplus tahun lalu menjadi defisit 14,6 miliar yen.

Mengenai perkiraan pendapatan satu tahun hingga Desember, yang sejauh ini belum diputuskan, laba rugi akhir diperkirakan defisit sebesar 15 miliar yen.

"Selain itu, kami secara resmi mengumumkan bahwa kami akan menutup sekitar 200 toko, termasuk toko yang tidak menguntungkan, pada akhir tahun depan."

Perusahaan kini berencana mengurangi jumlah gerai sekitar 120 gerai karena akan membuka gerai baru yang diharapkan akan menguntungkan.

Selain itu, lebih dari 60 toko akan diubah untuk memperkuat profitabilitas.

Di sisi lain,  tidak berencana mengurangi jumlah karyawan karena penutupan toko untuk sementara waktu, tetapi berencana untuk merelokasi karyawan ke toko dan departemen yang baru dibuka yang memeriksa peralatan.

“Ini situasi yang sangat sulit, tapi dalam industri makanan dan minuman, kualitas sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan penjualan, dan penting untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berpengalaman dan mempertahankan lapangan kerja,” kata Makoto Tani lebih lanjut.

Sementara itu telah terbit buku baru yang sangat menarik, "Rahasia Ninja di Jepang" mengenai berbagai hal rahasia terkait "mata-mata" ninja yang beroperasi di Jepang sejak ratusan lalu lalu, informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini