Banyak komentar di Sina Weibo bahwa proses pelacakan Covid-19 seperti "novel detektif".
Seorang netizen bernama Doueryu menulis, "Kemampuan Beijing untuk menyelidiki proses penularan 16 kasus Covid-19 dalam waktu yang singkat dan sedemikian jelas tidak hanya mengesankan publik."
"Tetapi juga menawarkan kepercayaan kepada masyarakat China atas kemampuan negara itu dalam mengendalikan epidemi," lanjutnya.
Beberapa menyarankan bahwa survei epidemiologi menunjukkan perlunya memperpanjang masa karantina bagi orang-orang yang memasuki China atau perlunya uji asam nukleat lanjutan setelah karantina 14 hari.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Disebut Jadi Sebab Klaster Covid-19 di Distrik Shunyi China"
Baca tanpa iklan