News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Taiwan Laporkan Serangan Besar-besaran oleh Angkatan Udara China

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jet tempur Su-30 Rusia. Terbaru, Pesawat pengebom dan jet tempur China, berkemampuan nuklir memasuki sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, Sabtu (23/1/2021).

TRIBUNNEWS.COM - Pesawat pengebom dan jet tempur China, berkemampuan nuklir memasuki sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, Sabtu (23/1/2021).

Menanggapi hal ini, Angkatan Udara Taiwan mengerahkan rudal untuk memantau serangan skala besar.

"Angkatan Udara Taiwan memperingatkan pesawat China tersebut," kata Kementerian Pertahanan.

"Serangan peringatan lintas udara telah ditugaskan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem rudal pertahanan udara dikerahkan untuk memantau aktivitas tersebut," katanya dalam pernyataan singkat.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, telah melakukan penerbangan hampir setiap hari di atas perairan antara bagian selatan Taiwan dan Kepulauan Pratas, yang dikuasai Taiwan di Laut China Selatan dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Perusahaan Taiwan Siap Inves Perkebunan Buah Naga untuk Pasar Ekspor ke China

Baca juga: China Akan Beri Sanksi Bagi Pejabat AS Yang Ikut Campur Urusan Taiwan

Namun, mereka umumnya hanya terdiri dari satu atau dua pesawat pengintai.

Mengutip Al Jazeera, kali ini, kehadiran pesawat tempur China dalam misi ini cukup banyak.

Menurut Taiwan, ada delapan pembom H-6K berkemampuan nuklir dan empat jet tempur J-16, ini merupakan hal yang tidak biasa.

Sebuah peta yang ditunjukkan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan memperlihatkan pesawat Tiongkok, yang juga termasuk pesawat anti-kapal selam Y-8, terbang di atas perairan yang sama di mana misi Tiongkok terbaru terjadi di dekat Kepulauan Pratas, meskipun masih jauh dari daratan Taiwan.

Baca juga: 9 ABK Indonesia dan 1 Kapten Kapal Ikan Taiwan Hilang di Tengah Pasifik

Ilustrasi Su-30. Sebuah jet tempur Su-30 Rusia tampil selama pertunjukan aerobatik di Bandara Teratai Zhangjiajie dekat Taman Nasional Zhangjiajie Tianmenshan, di provinsi tengah China, Hunan, 18 Maret 2006.

Departemen Luar Negeri AS Turut Buka Suara

Departemen Luar Negeri AS mendesak China untuk berhenti menekan Taiwan dan menegaskan kembali komitmennya terhadap pulau itu dan keinginan untuk memperdalam hubungan.

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog yang bermakna dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.

"Kami akan terus membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai," katanya.

Menyoal hal ini, belum ada komentar langsung dari China.

Di masa lalu, China mengatakan telah melakukan latihan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara.

Tahun lalu selama kunjungan pejabat senior AS ke Taipei, pesawat China secara singkat melintasi garis median Selat Taiwan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini