News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Lengser, Eks Staf Gedung Putih Bingung Mencari Pekerjaan Baru

Editor: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden AS Donald Trump melihat ke arah bola yang dipukulnya saat bermain golf di Trump National Golf Club pada 21 November 2020 di Sterling, Virginia. Trump lebih memilih bermain golf saat dia mestinya mengikuti KTT G20 hingga tuntas yang membahas penanganan pandemi korona, di mana AS adalah negara terparah yang terpapar pandemi.

Sekarang, tim mantan presiden itu bubar, meninggalkan Washington. Beberapa pergi ke basis pendukung Trump di Texas dan Florida, untuk meningkatkan prospek pekerjaan mereka.

Seorang mantan pejabat senior pemerintahan mencatat, banyak orang di dalam Gedung Putih menunggu sampai setelah pemilihan Electoral College dihitung.

Baru mereka memulai pencarian pekerjaan baru secara sungguh-sungguh, agar tidak masuk upaya Trump menantang hasil pemilihan. Tapi kerusuhan di Capitol Hill mengubah rencana mereka.

"Tapi (peristiwa) tanggal 6 itu mengejutkan," kata pejabat senior itu. Sejak meninggalkan Washington pada pagi hari pelantikan Presiden Joe Biden, Trump sama sekali tidak terlihat dari perhatian publik.

Dia bermain golf dua kali di klub West Palm Beach, dan hanya bertemu keluarga dan teman-temannya di Mar-a-Lago.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump datang untuk berbicara kepada pendukungnya di Ellipse, sebuah taman di dekat Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021) waktu setempat. Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan aksi demonstrasi dengan menyerbu dan menduduki Gedung Capitol untuk menolak pengesahan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam Pemilu Amerika 2020 lalu. Mereka menduduki Gedung Capitol setelah sebelumnya memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. AFP/Brendan Smialowski (AFP/Brendan Smialowski)

Di Florida, dia dikelilingi sekelompok kecil asisten, termasuk Jason Miller, dan staf yang dipekerjakan Administrasi Layanan Umum sebagai dukungan untuk mantan presiden.

“Baginya untuk beralih dari staf yang terdiri dari ratusan menjadi sekelompok kecil, itu akan menjadi perubahan besar baginya,” kata mantan pejabat senior itu.

Sementara staf politiknya sebagian besar telah menghilang, Trump diam-diam telah mengumpulkan tim pengacara untuk menghadapi sidang pemakzulan Senat yang akan datang, yang dimulai 8 Februari.

Sidang tersebut, diluncurkan setelah DPR memakzulkan Trump karena membantu menghasut pemberontakan di Capitol.

Hadapi Sidang Pemakzulan oleh Senat AS

Jika ia dimakzulkan Senat, Trump akan dilarang mencalonkan diri untuk jabatan selanjutnya dan atau menduduki jabatan federal lainnya.

Trump telah menunjuk pengacara yang berbasis di Carolina Selatan, Butch Bowers untuk bergabung dengan pembelaan pemakzulannya.

Tim akan diperluas minggu depan, menurut seseorang yang akrab dengan perencanaan tersebut. Dia juga menghadapi ancaman potensi tuntutan perdata atau pidana terkait dengan praktik bisnis dan pajak Trump Organization.

Ketika Trump bersiap menghadapi pertempuran itu, beberapa pejabat Gedung Putih mencoba untuk sepenuhnya menjauh dari drama politik yang kejam.

Chad Mizelle, mantan penjabat penasehat umum Departemen Keamanan Dalam Negeri, pindah ke Florida.

Di negara bagian ini, istrinya bekerja sebagai hakim. Ditanya apakah dia sedang mencari pekerjaan, Mizelle menukas, "Saya menyesap margarita!" tulisnya lewat pesan pendek.(Tribunnews.com/Politico/xna)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini